# BERTANYA TENTANG KAYA ATAU BAHAGIA #

Rasa

 

Muslimah silhouette

Munajadmu

Poligami sikap istri

Mencari Hikmah

 

# BERTANYA TENTANG KAYA ATAU BAHAGIA #

Kalau diminta memilih antara kaya atau bahagia,
kau bilang lebih memilih bahagia.
Kalau ditanya mengapa memilih bahagia,
katamu karena bahagia itu berarti kaya,
sedang kaya belum tentu bisa membeli bahagia.

Lalu ditanya lagi kepadamu.
bila pernikahan itu tujuannya meraih bahagia, tapi mengapa tidak sedikit dari mereka di luaran sana yang akhirnya kandas berkeping diterpa hidup?

Kau terdiam sejenak, matamu berkaca-kaca lalu menjawab dalam lirih,
Wahai laki-laki, bukankah itu adalah bukti, bahwa dunia ini adalah pilihan
antara yang berpegang pada petunjuk yang kokoh dengan yang lalai dan yang kalah oleh tipu daya syaitan duniawi?

Engkau lalu terisak menunduk
dan andai yang haram itu sudah halal antara kita tentu sudah kau tubruk dadaku dan kau peluk erat.

Lalu engkau berkata,
tahukan engkau wahai laki-laki,
bahwa banyak wanita berharap bahagia dalam hidupnya
sementara tidak banyak laki-laki yang memberikan sebenarnya
pun bila ada yang mengaku tidak bisa berbuat adil sekalipun
tetapi tahu jalan meraih kebahagiaan yang dicari selama ini
tetap akan ada yang bersedia mengikutinya
meski agama membatasi hingga empat perempuan saja
dan itu sudah sangat berat
sangat luar biasa pengorbanannya terlebih pada para perempuannya
karena yang disebut cemburu itu memang masih duniawi sifatnya
kecuali yang memang hanya Allah tujuannya benar-benar Dia kerinduannya,

dan tahukah engkau wahai laki-laki,
bahwa sepedih apapun hidup yang harus dijalani seorang istri
selama tidak menodai keyakinan iman,
selama tetap berpegang pada kitabullah dan sunnah
maka pernikahan baginya itu sudah karunia luar biasa dalam hidup
karena berserak amalan bebekalan langit di sekitarnya
sedang dunia,
sekali lagi dunia tidak pernah menjadi incar kejar kehausannya
bersadar bahwa yang Allah berikan sudah lebih dari cukup
hingga hidup ini menjadi kesempatan demi kesempatan
untuk meraih amalan akhiratnya
dengan atau tanpa suami tercintanya karena tetaplah ujian semata
atas terpa kerinduannya akan negeri langit yang membuncah.
Dan itu jawaban atas pertanyaanmu padaku
tentang yang disebut sebagai bahagia.

~ IH 14062014 @bumiPriok #sebabhidupadalahCinta#

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: