KEWAJIBAN SHOLAT BERJAMAAH BAGI LAKI LAKI.

 

Shalat berjamaah G

 

KEWAJIBAN SHOLAT BERJAMAAH BAGI LAKI LAKI.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar……

Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".

(QS. At-Taubah : 18)

Dari Ibn Mas’ud ra, ia berkata :

“Barangsiapa ingin berjumpa dengan Allah pada hari kiamat sebagai seorang muslim, hendaklah ia menjaga shalat lima waktu, di tempat adzan dikumandangkan (di masjid), karena sesungguhnya Allah SWT telah mensyariatkan untuk Nabimu Sunanul-Huda (jalan-jalan petunjuk dan kebaikan) dan sesungguhnya shalat berjamaah lima kali di tempat adzan dikumandangkan termasuk Sunanul-Huda. Apabila kamu shalat di rumah-rumahmu sebagaimana perbuatan mereka yang suka tinggal (shalat di rumahnya), berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu. Dan jika kamu meninggalkan sunnah Nabimu, maka sesatlah kamu. Tiada seorang laki-laki pun yang berwudhu dengan sempurna, lalu pergi ke salah satu masjid, kecuali Allah mencatat setiap langkahnya satu kebaikan, meningkatkan baginya satu derajat, dan menghapuskan baginya satu kesalahan. Sungguh, kami melihat tidak ada orang yang tidak pergi ke masjid untuk shalat (di rumah) kecuali orang munafik yang telah jelas kemunafikannya. Dan sungguh, pernah ada seorang laki-laki (udzur), ia dipapah oleh dua orang, lalu diberdirikan di dalam shaf shalat.”

Diriwayatkan pula :

“Sungguh kami melihat tak seorangpun yang meninggalkan shalat berjamaah di masjid kecuali orang munafik yang terbukti kemunafikannya atau orang sakit. Andaikan dapat diusahakan maka seseorang akan dipapah oleh dua orang untuk shalat (jamaah).”

Ibnu Mas’ud ra berkata :

“Sesungguhnya Rasulullah telah mengajari kami Sunanul-Huda, dan sesungguhnya shalat di masjid di tempat adzan dikumandangkan termasuk Sunanul-Huda”

(Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah)

Betapa teguhnya para sahabat r.hum menjaga shalat berjamaah sehingga orang yang uzur pun dibawa ke masjid dengan berbagai cara walaupun diperlukan dua orang untuk memapahnya. Amalan ini memang selalu dijaga oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Diberitakan, ketika Rasulullah saw hampir wafat, beberapa kali beliau pingsan. Beliau baru berhasil mengambil wudhu setelah dicobanya beberapa kali walaupun beliau sudah tidak kuat untuk berdiri, beliau tetap pergi ke masjid dengan dibantu oleh Abbas ra dan seorang sahabat lain. Pada saat itu kaki Rasulullah saw tidak bisa berdiri dengan tegak di atas tanah. Atas permintaan beliau, Abu Bakar ra menjadi imam shalat dan beliau sendiri menyertai para makmum.
(Shahihain)

Abu Darda ra menceritakan Rasulullah saw pernah bersabda kepadanya :

“Sembahlah Rabbmu seolah-olah kamu melihat-Nya ada di depan matamu, anggaplah dirimu seolah-olah di kalangan orang yang mati (karena orang yang sudah mati maka tidak akan merasa sedih dan gembira), waspadalah terhadap sumpah orang-orang yang dizhalimi dan janganlah meninggalkan shalat Isya dan Shubuh berjamaah, walaupun untuk mendatanginya terpaksa harus merangkak-rangkak.”

Disebutkan dalam sebuah hadits lain bahwa shalat Isya dan Shubuh adalah berat bagi orang-orang munafik. Seandainya mereka paham pahala shalat berjamaah, tentulah mereka akan pergi ke masjid dan menyertai shalat berjamaah walaupun harus dengan merangkak.

(at Targhib)

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: