PANCASILA BY ; Langlang Buana .

 

Garudaku

BISMILLAH

PANCASILA
1.KETUHANAN YANG MAHA ESA = Dengan sila yang pertama ini membuktikan bahwa kita dilandasi /dipondasi dengan ketauhidan berarti setiap warga negara indonesia secara khusus diperintahkan dengan kewajiban bertauhid,yaitu mengakui ketuhanan yang esa (tunggal)tiada sekutu Bagi-Nya.maka sebenarnya kita diarahkan untuk bertuhan kepada Allah Ajawazalla Tuhan yang Satu,Allah Tuhan yang Maha kuasa,yang Maha tinggi,yang Maha adil dan bijaksana,Dzat yang Maha berdiri sendiri,yang kepemurahannya meliputi seluruh Mahluknya, serta kasih Allah berikan kpd seluruh mahluk-Nya. kasih juga sayang-Nya diberikan kepada Hamba Hamba-Nya yang menobatkan dirinya untuk benar benar bertauhid kepada-Nya.(kasih sayang Allah diperuntukan bagi Hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya,yang meng-Esa kannya)
Maka dengan ini berarti modal yang utama atau modal awalnya adalah Tauhid haruslah bertauhid dengan benar jika tauhidnya benar niscaya akan menjadi pemimpin yang amanah dan rakyatnya juga harus amanah.itulah sebaik baik modal bagi rakyat indonesia.

2.KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB = Sila kedua ini kaitannya erat dengan sila pertama yaitu jika kita sebagai bangsa yang benar benar di bekali dengan ketauhidan yang benar niscaya akan menjadi pemimpin yang amanah dan rakyatnya juga harus amanah.itulah sebaik baik modal bagi rakyat indonesia.maka sudah pasti dan jelas bangsa ini akan menjelma menjadi bangsa yang didalamnya akan terisi oleh manusia manusia yang adil dan ber-adab,karena ketaatan kepada Allah Ta’ala ,Tuhan yang Esa.bangsa ini akan menjadi bangsa yang adil dan ber-adab,karena mengikuti perintah Tuhannya Yang Esa,Allah Subhanahu Wata’ala.karena jika ingin menjadi bangsa yang di penuhi dengan kesejahtraan dan keadilan yang beradab maka Tuhan yang Esa. Menyerukan Agar kita mengikuti petunjuk Rasul-Nya, Sebagaimana firman-Nya yang telah diwahyukan kepada Rasul-Nya melalui Jibril Alaihi sallam. yaitu:

“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” .(Qs.An-Nahl:90)

3. PERSATUAN INDONESIA = Dan sila ketiga ini bisa saja menjadi bukti ataau realisasi dari sila sebelumnya,jika keadaan rakyat dan pemimpinnya(imam dan makmumnya) sesuai dengan sila kesatu dan kedua.Maka sudah bisa dipastikan,pemimpin akan dengan mudah untuk membentuk suatu kesatuan yang benar benar dapat bersatu dalam satu wadah,yaitu “PERSATUAN INDONESIA”. Kita pasti akan bersatu dalam kesatuan Republik Indonesia,karena pemimpin dan Rakyatnya telah mengikuti petunjuk Rasul-Nya,menjalankan Syari’atnya sehingga semuanya sesuai dengan apa yang di firmankan oleh Allah Ta’ala.semua akan di beri kemudahan untuk; berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat,dan tidak melakukan perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.itulah sebaik baik pelajaran dari yang Maha Pemberi pelajara semoga kita Sebagai Hamba-Nya dapat mengambil pelajaran.

Dan itulah hasilnya jika kita dapat memahami dan mengamalkan firman-Nya:

“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” .(Qs.An-Nahl:90)

4.KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DAN PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN. = Coba kita perhatikan apa makna/hikmah kalimat yang terkandung dalam sila keempat ini.bagaimana kaitannya dengan sila sila sebelumnya.

Setelah menggodog menggembleng jiwa jiwanya dengan mempelajari serta memahami dan merealisasikan tiga sila yaiti sila ke satu,kedua dan ketiga.dengan melalui berbagai tahapan dan berbagai ujian dalam mempelajari dan mengamalkannya,maka kita menjadi saling percaya,dan benar benar saling membutuhkan satu sama lainnya,kita membutuhkan seorang pemimpin dalam wadah persatuan ini,karena sejatinya INDONESIA,adalah sebuah negara tidak akan terwujud dan tidak akan dapat dipersatukan tanpa adanya pemimpin,jadi kita benar benar membutuhkan pemimpin untuk membawahi kita .

Kita membutuhkan aparatur negara yang handal yang Arif dan bijaksana.yang sesuai kriterianya dengan apa yang di tetapkan dalam azas negara kita adalah PACASILA dalam sila ke Empat.yaitu seorang pemimpin yang benar benar dapat memahami dan mengamalkan sila kesatu,kedua dan ketiga agar benar menjelma seorang pemimpin yang dapat dipercaya maka terciptalah dan terwujudlah Bangsa ini /seluruh Manusia yang berada di kesatuan Republik Indonesia ini oleh seorang yang memiliki hikmah bijaksana dan mau bermusyawarah dengan rakyatnya yang diwakilkan kepada para wakil rakyanya utuk menentukan suatu keputusan bagi kepentingan rakyatnya.dan mereka semua saling percaya karena para wakil rakyatnya benar benar takut kepada Tuhannya dan taat kepada larangan dan perintah-Nya.yang memiliki modal awal yang sangat kuat dan sangat kokoh yaitu tauhid mereka para wakilnya berpegang kepada tali yang kokoh yaitu Kitabbullah dan sunnatullah.dan jika seperti itu adanya maka coba kita lihat contoh yang sangat baik yaitu kepemimpinannya seorang kholifah Umar bin Abdul Aziz,karena Beliau berpegang kepada tali yang kuat yaitu Kitabbullah dan sunnatullah,dengan izin Allah Beliau mampu merubah keadaan yang berantakan dalam segala lini menjadi keadaan yang Damai subur makmur aman tentram yang dirasakan oleh seluruh Rakyatnya deng kurun waktu yang sesingkat singkatnya hanya dengan kurun waktu 2 tahun beliau dengan izin Allah mampu merubahnya.itulah conto terbaik bagi kita dan itupulalah tujuan berpancasila .agar tercipta / realisasi sila ke empat yaitu

“KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DAN PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN”

Kita ambil contoh ketegaqsan pemimpin yang benar benar bertauhid dengan benar pemimpin yang menjalankan amanahnya dengan baik pemimpin yang mampu melaksanakan sunnah-Nya.pemimpin yang menjalankan Roda kepemimpinannya dengan ketaatan kepada Tuhan yang Maha Esa,Allah Subhanahu wata’ala.beliau umar bin abdul aziz.

Dari Hamzah Al-Jazari,dia berkata,Umar bin Abdul aziz pernah menulis sepucuk surat kepada seseorang,”Aku mewasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala,yang tidak menerima amal ibadah seseorang kecuali disertai dengan rasa takut kepada-Nya,tidak memberikan kasih sayang-Nya kecuali kepada yang berhak,yaitu mereka yang bertakwa.dia tidak memberikan pahala kecuali karena takwa,Sesungguhnya banyak orang yang memberikan nasehat dan himbauan,akan tetapi sedikit dari mereka yang mengerjakannya.{Ibid.5/267.dalam kitab min’alam as-salaf}

Dan dalam kejadian yang lain semasa kepemimpinannya

Dari Muhammad bin isa bin Abdul Aziz,dia berkata, “ Beberapa pegawainya menuliskan sepucuk surat kepada Umar bin Abdul AZIZ,Guna mengadukan keluhan mereka.isi surat itu adalah;”Sesungguhnya daerah kami telah rusak,jika amirul mukminin berkenan memberikan kucuran dana,maka kami akan merenovasinya”,kemudian dia menulis jawabannya,”Aku memahami maksud dari surat yang kalian kirimkan,kalian telah menyebutkan bahwa daerah kalian telah rusak,jika kalian membaca suratku ini,maka jagalah dengan baik dan adil,bersihkan jalannya dari kedzaliman(korupsi dansemacamnya),karena kedzaliman itulah yang merusaknya.”wasallam.

[syirah umar bin abdul aziz,karya ibnul Jauzi,halaman.110,dalam kitab min’alam as-salaf ]

5.KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA = Kalau semua pihak benar benar mempelajari memahami dan benar merealisasikan apa yang terkandung didalam Azaz negara kita ini seperti yang sudah diuraikan diatas bagaimana maksud dan tujuannya sila kesatu,kedua,ketiga,dan keempat,tentulah akan mewujudkan sila kelima ini yaitu;keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,semua akan merasakan keadilan semua akan merasakan kemakmuran kesuburan dan sudah pastilah akan menjadi bangsa yang tentram tenang dan bersahaja.jika tidak sesuai dengan kriteria diatas maka mustahil akan terwujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Kesimpulannya adalah jika para aparatur negara serta segenap rakyatnya dapat benar benar memahami dan merealisasikan Pancasila dengan benar maka Insya-Allah akan terwujud KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA,dan ini erat sekali kaitannya dengan islam karena hanya islamlah satu satunya agama yang menyeru kepada ketauhidan,dan islam adalah agama yang lurus (nasehat yang lurus) dan saya sebagai muslim meyakini apa yang dikatakan oleh para ulama bahwa Barang siapa yang meneliti dan mempelajari agama islam dengan cerdas dan cermat berdasarkan kitab suci Al-Qur,an dan As-sunnah-Nya,niscaya akan mengetahui bahwa Ia adalah Agama yang benar dan satu satunya Agama yang bisa menyempurnakan kemaslahatan kemaslahatan bagi kehidupan Manusia di Dunia hingga ke Alam Akhirat.

Itulah sedikit renungan tentang PANCASILA yang merupakan AZAZ negara indonesia yang kita cintai ini. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai motivasi(semoga termotivasi)dan semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan kepada kita dan mengkukuhkan kita dalam satu wadah Persatuan indonesia.yang berkat karunia dan Rahmatnyalah kita bisa Bersatu.

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia Azza wa Jalla dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”. (QS Ali ‘Imran : 102)

“Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang menciptakanmu dari satu jiwa dan menciptakan dari satu jiwa ini pasangannya dan memperkembangbiakkan dari keduanya kaum lelaki yang banyak dan kaum wanita. Maka bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga dan mengawasimu”. (QS An-Nisaa’ : 1)

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar niscaya Ia akan memperbaiki untuk kalian amal-amal kalian, dan akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya maka baginya kemenangan yang besar”. (QS Al-Ahzaab : 70-71)

Adapun setelah itu, sesungguhnya sebenar-benar kalam adalah Kalam Allah Azza wa Jalla dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam. Sedangkan seburuk-buruk suatu perkara adalah perkara yang mengada-ada (muhdats) dan tiap-tiap muhdats itu Bid’ah dan tiap kebid’ahan itu neraka tempatnya.[1]

Barakallahu fikum —

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: