“Islam Yang Disenangi Allah Atau Negara Barat Yang Ingin Kita Ikuti?” by @SyarifBaraja

Love Allah

00UU054YvdX

00UW054YvdX

 

“Islam Yang Disenangi Allah Atau Negara Barat Yang Ingin Kita Ikuti?”

Ketika seorang sudah memiliki banyak pengikut, dia merasa harus berkomentar tentang semua peristiwa.

Bisa jadi orang tidak tahu tentang sesuatu, tapi terpanggil untuk berkomentar. Maka tak heran jika komentarnya keliru.

Meski keliru, banyak yang membela dan membantah mereka yang menjelaskan kelirunya sang tokoh.

Padahal seringkali mereka menekankan haramnya fanatik pada guru, tapi mereka sendiri melakukannya.

Islam apa yang ingin kita ikuti? Islam yang disenangi Allah atau yang disenangi pemerintah negara barat?

Ada yang mencampur aduk antara Islam dan humanisme. Akibatnya manusia jadi tujuan akhir, bukan ridho Allah.

Akibatnya orientasi berubah, dari mencari ridho Allah menjadi mencari kesenangan manusia.

Maka pilihlah mulai sekarang, apakah kita mau menuhankan Allah, atau menuhankan manusia?

Nilai humanisme barat dipaksakan untuk masuk dalam Islam. Mereka mencari legitimasi dari Islam.

Mereka setuju dengan Islam selama tidak bertentangan dengan humanisme. Ketika dianggap bertentangan, maka diingkari.

Ukuran iman bukan lagi iman kepada Allah, tapi humanisme. Mengimani Islam selama tidak bertentangan dengan humanisme.

Berbeda dengan orang yang beriman kepada Allah, apa yang valid berasal dari wahyu, maka langsung diterima.

Tersirat sebuah tuduhan kepada Allah, bahwa Allah tak cukup tahu hal ihwal manusia. Tapi para penggagas humanisme lebih tahu.

Allah yang menyiksa kaum kafir, apakah bersikap tidak adil dan intoleransi?

Sehingga wahyu Allah yang bertentangan dengan humanisme harus ditolak. Seolah humanisme lebih tahu daripada Allah.

Banyak yang merasa kalah dan minder dengan budaya barat, akibatnya memaksakan Islam agar sesuai budaya mereka.

Masalah utama adalah merasa kalah, merasa kecil, merasa minder. Padahal barat maju karena kerja, bukan karena humanisme.

Islam berdasarkan wahyu Allah, humanisme adalah kesepakatan sebagian manusia. Mana yang kita pilih?

Apakah kita berat untuk meninggalkan ajaran manusia, dan memaksakan agar ajaran manusia dianggap sebagai bagian dari Islam?

Mana yang kita pilih? Ajaran Allah atau kearifan lokal hasil pemikiran nenek moyang yang primitif?

Tanda kekuasaan Allah begitu banyak. Mana tanda prestasi manusia?
Apakah prestasi manusia menyamai kekuasaan Allah?

Apakah manusia yang menyepakati aturan humanisme menandingi ilmu Allah yang Maha Luas tanpa batas?

Jangan paksakan Islam mengikuti humanisme. Yang seharusnya adalah humanisme tunduk kepada nilai Islam.

Apa alasannya? Karena humanisme adalah ajaran gubahan manusia. Dan manusia harus tunduk kepada Allah.

Dan yang paling penting, hanya Allah yang menjamin keselamatan kita di akhirat. Ya. Hanya Allah semata.

Masalahnya adalah kebencian kepada ajaran Islam, ditambah kekaguman kepada budaya barat.

Atau kekaguman mereka kepada budaya barat dan humanisme, membuat mereka benci pada aturan yang diturunkan Allah.

Kadang kita dipaksa berkutat di gambaran kecil, kita dihambat dari melihat gambaran utuh.

Mana yang harus kita pilih? Aturan Allah Yang Maha Tahu, atau aturan manusia?

Membenci aturan yang diturunkan Allah hanya merugikan diri sendiri. Lihatlah QS Muhammad : 9.

Yang rugi adalah diri kita sendiri, ketika kita menganggap humanisme adalah lebih baik daripada aturan Allah.

Lebih rugi lagi, mereka yang mengajak orang lain untuk membenci aturan Allah. Dia menanggung banyak dosa.

by @SyarifBaraja

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: