*** NGOPI [ NGOBROL PERKARA IMAN ] ***

Ngopi

Derry sunnu ray

 

*** NGOPI [ NGOBROL PERKARA IMAN ] ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar….

Pagi tadi, “Ngopi : Ngobrol Perkara Iman” tayang perdana di Trans7. Personil “Medina” yang terdiri dari Derry Sulaiman, Ray Shareza, dan Sunu Matta ngopi bareng ‘Masyarakat Bertatto’ dan Ken Ken sebagai owner ‘Kent Tattoo’ Bandung. Ada beberapa pelajaran yang In Sya Allaah bisa kita ambil dan renungi bersama :

1. Bahwa dakwah ini adalah dengan mendatangi ummat, bukan hanya dengan didatangi ummat. Jika dakwah ini hanya berada di masjid dan majelis ta’lim saja, bagaimana dengan mereka, saudara-saudara kita yang di jalanan, di pasar, di tempat-tempat maksiat, yang masih jauh dari agama, yang tidak suka ilmu dan majelis ilmu, siapa yang akan menyentuh dan mengajak mereka pada ketaatan? Karena setiap orang berhak untuk mendapatkan hidayah dan berubah menjadi lebih baik.

2. Dakwah adalah dengan menjumpai dan mendatangi manusia, sebagaimana Rasulullaah SAW yang berdakwah kepada penduduk Tha’if dengan resiko cacian, makian dan hinaan. Seseorang yang merasakan hancur leburnya hati ketika menyampaikan kebenaran dan kebaikan maka ia akan dapat memahami dan merasakan hancurnya hati Rasulullaah SAW ketika dulu beliau berdakwah. Ia akan lebih menghargai perjuangan, kerisauan dan rasa cinta Rasulullaah kepada ummat dalam berdakwah dan akan merasa turut bertanggungjawab untuk meneruskan kerja kenabian menyebarkan agama ini kepada manusia sebagai rahmat bagi seluruh alam.

3. Islam itu mudah. Dakwah itu hikmah. Islam dan dakwah itu menyejukkan, memberi kabar gembira dan peringatan. Kelemahlembutan adalah kunci dari setiap kebaikan. Maka berlemah lembut dalam berdakwah akan lebih menyentuh hati dibandingkan dakwah yang penuh dengan kekerasan.

4. Setiap anak Adam pasti pernah berdosa dan sebaik-baik anak Adam adalah yang bersegera bertaubat dari dosa-dosanya. Yang sudah berlalu biarlah berlalu, yang penting sekarang adalah banyak-banyak bertaubat dan beristighfar atas dosa-dosa dan kesalahan kita. Allaah Maha Pengampun, Allaah selalu setia menunggu taubat hamba-hamba-Nya, meskipun dosa-dosanya bagai buih di lautan, dan kegembiraan Allaah mendapati taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seorang pemilik unta yang mendapati untanya yang hilang telah kembali. Kasih sayang Allaah jauh melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

5. Jangan pernah berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya. Hinakan diri kita di hadapan Allaah sehina-hinanya maka Allaah akan muliakan kita di hadapan manusia semulia-mulianya. Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain. Camkan dalam hati bahwa “Sebaik-baik saya masih lebih baik orang lain, seburuk-buruk orang lain masih lebih buruk saya”, dengan begitu pujian atau celaan akan terasa sama saja bagi kita, disitulah hakikat ikhlas.
Semoga bermanfaat.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

1 Komentar (+add yours?)

  1. yuswinda
    Des 02, 2014 @ 08:02:26

    Reblogged this on yuswinda.

    Suka

%d blogger menyukai ini: