# SudahKah Terpikirkan Oleh Kita Menggapai RIDHO ORANG TUA Kita # by MUSLIMAHebat

 

Keridhaan-allah-tergantung-kpd-keridhaan-kedua-orang-tua

Ortu nganyam

Ortu sayangilah

Ortu berbakti

Ortu kunci syurga

 

# SudahKah Terpikirkan Oleh Kita Menggapai RIDHO ORANG TUA Kita #

Orang Tua merupakan hal terpenting yang takkan pernah tergantikan oleh siapapun manusia di Dunia ini, Sayangilah mereka.

DOA Mustajab: Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Assalamualaikum Selamat Pagi…
Di awal hari ini mau share tentang Cinta kepada Ayah Ibu

Tadi sebelum melakukan aktivitas udah minta restu atau salam sama ayah ibu belum

Ayoo yang belum hubungi dulu ayah ibu dulu, sekarangkan udah canggih nih.. sms atau telpon ajah minta restu mereka..

Aku kalau mau kemana-mana selalu bilang&minta restu sama ummi abi. Biar semua yang aku lakukan berjalan lancar dan mendapat pahala tidak sia2

Restu orang tua itu penting loh.. Inget gak kata2 ini “Ridho Allah itu terletak pada ridho orang tua”

Tau gak, sekecil apapun yang kita lakukan, walaupun menurut kita itu adalah hal2 sepele, tapi itu sebenernya berharga banget buat mereka..

Allah SWT.berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada…

…kedua orangtuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-keduanya sudah sampai lanjut usia dalam peme…

…liharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan..

…yang baik. Dan merendah dirilah terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka…

…keduanya, sebagaimana mereka telah mendidik aku sejak kecil.'” (QS.Al-Israa (17):23-24)

Sahabat Muslimku sudah sejauh manakah penghargaan kita, cinta kita pada ayah ibu? Mungkin tiap orang berbeda-beda cara cintanya..

Ada yang menunjukkan cintanya dengan membantu ortu setiap saat denagn wajah senyum selalu, ada juga yang tipenya cuek tapi sebenarnya cinta.. *eeaa

ada seorang sahabat yang sharing tentang curhatan seorang ibu. Pengen nangis bacanya, Nih, gini curhatannya… Simak baik2 ya… Moga bermanfaat.

Orang bilang anakku seorang aktifis. Kata mereka namanya tersohor di kampusnya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang

kesibukan yang disebutnya amanah umat. Orang bilang anakku seorang aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya

seorang putra kecil ibu yang lugu. Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis, ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dgn

segala kesibukanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar wktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi

apakah mnghabiskan wktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dar iumur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan mengnghbiskan

waktu bersamamu nak. Tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia…

Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sngat tidak produktif ketika harus mnghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak,

menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan.

Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak? Bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak? Anakku, ibu mencoba membuka

buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat di sana sini. Ada jadwal mengkaji, ada juga jadwal untuk bertemu dengan

tokoh2 penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya. Di sana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar

demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada di sana. Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.

Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu, sejak kau ada di rahim ibu, tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu

selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku… Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.

Boleh ibu bertanya nak, di mana profesionalitasmu untuk ibu? Di mana profesionalitasmu untuk keluarga? Di mana engkau letakkan keluargamu dalam skala

prioritas yang kau buat? Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu. Setiap

pertemuan pasti akan menemukan akhirnya…

mungkinkah sepenggal curhatan tadi juga meruapkan curhatan dari ibu kita? Hmm, mari kita merenung sejenak. Jangan sampai hati ibu kita, hati ayah kita,

terluka karena ulah kita. Terluka karena kelalaian kita. Terluka karena kesalahan yang tidak kita sadari. Boleh aja kita sibuk, tapi tolong, tolong pandai-pandai

meletakkan posisi kita dalam segala hal. Ingat sob, keluarga juga merupakan prioritas kita. Ortu adalah prioritas utama. Ingat2 lagi, sudah sejauh mana kita

membahagiakan mereka?
Aku yakin, Sahabat Muslimku semua punya cara tersendiri untuk mewujudkan kebahagiaan beliau…

Dalam riwayat lain disebutkan, “Seorang laki-laki mnghadap kepada Rasulullah SAW meminta izin untuk ikut berjihad. Rasulullah bertanya, ‘Apakah kedua orang tua masih ada temui mereka dan berbaktilah pada kedua orang tua juga termasuk jihad.'” (HR.Bukhari dan Muslim)

semoga yang membaca dapat menjadi renungan dan mengambil pelajarannya..

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: