RENUNGAN UNTUK KAUM WANITA By :Amin Ben Ahmed

 

jilbab yg salah dan benar

 

jilbab yang benar

Amin Ben Ahmed
RENUNGAN UNTUK KAUM WANITA

sedikit berputar-putar memang, tetapi judul tulisan ini paling tidak dapat mewakilkan pemikiran saya terhadap wanita-wanita yang senang sekali mengumbar aurat-nya.

yah, disadari atau tidak, saat ini, terlalu banyak hal-hal aneh yang dijadikan tren yang kemudian berubah menjadi sebuah hal yang seolah patut ditiru. saya persempit saja, dari dulu hingga sekarang dan mungkin nanti, banyak hal-hal aneh yang saya lihat terjadi di kalangan wanita dunia. yah, tanpa maksud untuk menjelek-jelekkan wanita, saya merasa wanita masa kini tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka sedang diexploitasi oleh diri mereka sendiri.

bagaimana tidak? kita lihat saja kenyataannya..
sekarang, banyak sekali wanita yang berpakaian ketat bin minim! kita lihat, di kampus, SMA, SMP, bahkan di komplek-komplek perumahan. terlebih lagi anak-anak kecil yang juga gemar menggunakan pakaian tanpa lengan. aneh benar, sebenarnya apa yang didapat oleh kalangan wanita seperti ini, yang jelas adalah kegembiraan kaum pria! yang dengan mudahnya dapat curi-curi pandang. bahkkan sekarang, tidak usah lah yang namanya curi pandang, karena memang tidak usah mencuri lagi, sudah tersedia dimana-mana! segitu mudahnya mereka mengumbar aurat tanpa sadar bahwa sebenarnya mereka sedang mengexploitasi diri mereka sendiri untuk orang lain! waduh, kacau dunia!

seandainya wanita-wanita itu dengan gigih menutup aurat, sesungguhnya kita semualah yang diuntungkan. selain mereka yang aman, kami, pihak pria pun tentu akan lebih aman dari dosa-dosa mata.

tapi kenapa masih saja begini? banyak sekali wanita-wanita yang belum sadar akan hakikat kehormatan, hakikat harga diri seorang wanita. memangnya, apa yang didapat oleh wanita-wanita itu, adakah hal istimewa yang mereka raih? apakah mereka mendapatkan sebuah posisi yang terhormat untuk dapat mengendalikan segalanya? apakah mereka mendapatkan kasih sayang yang sesungguhnya dari orang-orang sekitar mereka? bukannya kedudukan terhormat yang diraih, melainkan pandangan-pandangan genit dari sopir angkot. bukannya kasih sayang yang diraih, tapi pelecehan serta berbagai kesempatan yang dimanfatkan oleh kaum adam dengan dalih berteman atau pacaran.

sebenarnya apa yang dipikirkan oleh kaum ini ? apa yang dianggap tren faktanya adalah sebuah pintu bagi exploitasi yang tidak sadar telah dilakukan oleh wanita sendiri. wanita-wanita ini telah menggadaikan kehormatannya dengan barang kosong ! karena memang tidak ada suatu keuntungan apapun yang didapatnya setelah menggadaikan kehormatannya itu.

belum lagi anak-anak kecil yang juga dididik dengan tidak karuan. mengapa masih saja ada orang tua yang memakaikan anak wanitanya dengan baju tanpa lengan, atau pakaian ketat? memang, yang namanya anak kecil, tidak berdosa jika mereka berpakaian seperti itu, karena mereka anak kecil. tapi, apakah ini yang disebut mendidik? apa yang akan didapat anak itu selanjutnya? mereka akan terbiasa untuk mengumbar auratnya sejak kecil! dan nantinya, resiko bahwa mereka akan terus mengumbar auratnya dimasa dewasa akan semakin besar. akibatnya, mereka tidak kenal dengan yang namanya aurat. santai saja mereka dengan kebiasaan yang telah terbawa sejak kecil. parah. kenapa para orang tua tidak membiasakan anak-anak mereka agar berpakaian sopan dan menutup aurat? bukankah ini sebuah jalan pemupukan pada anak-anak mereka agar mereka selalu menganggap bahwa aurat adalah sesuatu yang wajib ditutup? bukan malah bertaruh!

mari, saudaraku, buka mata, buka hati, buka otak, dan kita perbaiki bersama ! melalui pendekatan-pendekatan yang logis dan benar, demi membangun moral bangsa !

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: