Ya Allah, Selalu Takut Saat Baca Kisah Ini By :Ahmad Rifai Rifan

Amalan yg ditanyakan di akhirat

Neraka 1

 

Ahmad Rifai Rifan
Ya Allah, Selalu Takut Saat Baca Kisah Ini
———————————————–
Pada hari kiamat nanti, dihadirkan seorang laki-laki yang mati dalam keadaan peperangan fii sabilillah (di jalan Alloh). Selanjutnya ia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat di dunia?” Ia menjawab, “Aku telah berperang demi Engkau ya Alloh hingga aku terbunuh.” Alloh berkata, “Bohong! Engkau berperang bukan karena aku, tapi supaya engkau disebut pahlawan. Kini gelar itu telah engkau peroleh.” Lalu orang itu diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.

Kemudian didatangkan orang yang kedua, yaitu seorang laki-laki yang sering membaca Al Qur’an, rajin menuntut ilmu, dan senantiasa mengajarkan pengetahuannya kepada orang lain. Lalu ia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat (selama hidup di dunia)?” Dia menjawab, “Aku mempelajari berbagai ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan aku juga sering membaca Al Qur’an karena-Mu.” Alloh menjawab, “Bohong! Engkau belajar dan mengajar bukan karena Aku. Bacaan Al Qur’anmu juga bukan karena Aku. Engkau belajar dan mengajar agar dikatakan pintar dan ‘alim. Kini sebutan itu telah engkau peroleh. Bacaan Al Qur’anmu juga bukan karena Aku, tetapi agar engkau diberi gelar Qori’. Itu juga telah engkau raih.” Akhirnya ia juga diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.

Kemudian dihadirkan orang ketiga. Yakni, laki-laki yang diberi kelapangan hidup dan berbagai jenis harta kekayaan. Lantas ia ditanya, “Apa yang telah engkau lakukan?” “Aku telah menginfakkan seluruh hartaku di jalan yang Engkau sukai dan semuanya karena-Mu.” jawabnya. Alloh berkata, “Bohong! Engkau melakukan itu agar dikatakan sebagai dermawan. Dan itu telah engkau peroleh.” Akhirnya dengan wajah tersungkur ia juga diseret ke neraka.

Kisah yang diungkapkan dalam hadist yg diriwayatkan Imam Muslim ini begitu menyontak kesadaran kita tentang pentingnya meluruskan niat. Segala yg kita lakukan tak ada nilainya di hadapan Allah, jika niat kita tak lurus. Kita merasa telah banyak berbuat sesuatu, tetapi betapa mirisnya jika nanti ketika di Mahsyar, kita terbelalak setelah diberitahu, ternyata kita ‘pulang’ tak membawa apa-apa. Bahkan minus.

Hidup tak lama. Jangan sampai terpesona dengan dunia lalu lalai dg persinggahan abadi kita. Perjalanan kita masih panjang. Ya Allah, tolong luruskan niat yang ada di hati kami. Sehingga setiap kerja keras, tiap upaya, tiap napas, hanya dalam rangka mengabdi pada-Mu. Hanya untuk menggapai ridho-Mu. Ya Allah, semoga kelak kami menerima catatan amal dengan tangan kanan. Aamiin..

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: