# 3 Babak yang Akan Dilalui pada Yaumul Hisab # by @LHSyuhada

 

Keranda idolamu

Manusia tdk puas akan harta

Hisab kekayaan

 

# 3 Babak yang Akan Dilalui pada Yaumul Hisab #

Allah akan #hisab manusia: aspek lahir dan aspek batin. Aspek lahir: perbuatan, ucapan, ekspresi tubuh, mimik wajah, kerlingan mata, telinga.

Aspek batin: apa yang tersimpan di hati, dan apa yang dipikirkan oleh akal. Semuanya akan di#hisab sesuai dengan standar akurasi dan keadilan Allah.

Inti dari #hisab: dialog antara Allah dengan manusia dalam mempertanyakan poin2 yang perlu didalami dari dokumen rekaman kehidupan manusia.

Nabi SAW: Siapa yang di#hisab niscaya akan celaka (hadits). Maksudnya, siapa yang diinterogasi terkait poin2 dalam dokumen amalnya, ia akan celaka.

Ada 3 babak #hisab:

1-display dokumen untuk dibaca orang ybs.

2-dialog pendalaman.

3-penyerahan dokumen. Setiap manusia melewati babak 1 & 3.

Adapun babak 2 dalam #hisab pasti dilalui orang yang punya kesalahan, baik lahir atau batin. Aspek batin jadi penentu dalam melewati babak ini.

Nabi SAW: Siapa yang diinterogasi dalam #hisab nya, niscaya akan diazab.(Hadits). Ya Allah selamatkan kami dari interogasi akhirat…

#hisab lahir mayoritas kita sudah memahaminya. Lisan, mulut (apa yang dimakan), mata, telinga, tangan, kaki, kelamin semuanya akan dihisab.

Bagaimana denang #hisab batin (Hati dan akal)? Apa saja yang dihisab dan apa yang dimaklumi perlu kita ketahui agar jangan silau dengan hisab lahir semata.

Wa-in tubdu ma fie anfusikum au tukhfuhu yuhasibkum bihillah (QS 2:284)…Apa yang kamu tampakkan dari dirimu atau yang kamu sembunyikan, akan di#hisab.

Batin manusia ada hati (qolbu) yang tempatnya di dada, dan ada pikiran (akal) yang letaknya di otak. Apa saja yang di#hisab ? Apa yang tidak?

Allah Maha Tahu tentang isi hati dan isi kepala. Tak ada yang terbersit di hati dan terlintas di kepala kecuali diketahui Allah. Apakah di#hisab ?

Inti dari #hisab, pertanggung-jawaban. Semuanya berbasiskan data yang dicatat malaikat selama manusia jadi mukallaf (terbebani syariat).

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: