SUBUH PEMBAWA BERKAH

 

 

Sholat subuh dengan malaikat

Sholat Isya dan subuh

Sholat subuh tiba

 

SUBUH PEMBAWA BERKAH
( Ashshalaatu Khairun Minan Nauum..)
* Keutamaan Shalat Shubuh Berjamaah *

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh
Sahabat2 ku fillah
Bismillahirrahmanirrahim..

Allah Subhanahu wa Ta’aalaa berfirman yang artinya :
“ Dan demi shubuh apabila fajarnya mulai menyingsing” (Q.S. At-Takwir [81] : 18)
Juga dalam ayat lain disebutkan shubuh di beberapa tempat.
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai shubuh” (Al-Falaq : 1)

Sahabat2ku yang dirahmati Allah
Setelah kita melaksanakan shalat Sunnah Tahajjud dengan damai, maka izinkanlah kembali al-faqir mengirimkan tulisan singkat sederhana tentang keutamaan shalat Shubuh berjama’ah yang ditunaikan pada awal waktunya. Insya Allah akan ada manfaatnya bagi kita dalam kehidupan sehari-hari demi menggapai kebahagiaan lahir dan bathin, dunia dan akhirat.

Sejarah mencatat, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’aalaa menghancurkan orang-orang yang zalim itu adalah pada waktu subuh. Misalnya kaum Nabi Luth (QS Hud : 81), kaum ‘Ad dan Hud, dihancurkan Allah Subhanahu wa Ta’aalaa dengan mengirim angin yang panas dan kencang juga pada waktu subuh (QS Al-Ahqaf 25).
Pengangkatan Umar bin Khattab RA menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang wafat, itu pun setelah salat shubuh.

Diceritakan, satu waktu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak melihat Ali bin Abi Thalib ikut salat berjemaah subuh. Khawatir menantunya ini sakit, maka usai salat beliau menuju rumahnya. Di sana Siti Fatimah menerangkan bahwa karena Ali asyik beribadah malam, maka usai salat subuh, ia tidur kembali. Mendengar ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata lebih kurang: “Sesungguhnya menghadiri salat subuh secara berjamaah lebih baik dari ibadah yang dilakukan semalam suntuk di rumah.”
Satu kali Umar bertemu dengan Asy-Syifa’ ibunda Sulaiman RA. Ia pun bertanya kepadanya: “Saya tidak melihat Sulaiman tadi pada saat salat subuh.” Lalu ia menjawab: “Dia salat malam lalu ia tertidur pada pagi harinya.” Mendengar ini Umar berkata: “Sungguh, ikut serta dalam salat subuh berjamaah itu lebih baik bagi saya dari pada salat malam.” Pernah ketika masuk waktu subuh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melihat putrinya Siti Fatimah masih tidur-tiduran. Dengan penuh kasih sayang beliau menggoyang- goyangkan kaki putrinya itu sambil berkata: “Wahai anakku, bangunlah! Ketahuilah! Allah Subhanahu wa Ta’aalaa menentukan pembagian rezeki kepada para hamba-Nya adalah pada waktu subuh.”

Dari Abi Musa ra berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, Sesungguhnya orang yang mendapatkan ganjaran paling besar adalah orang yang paling jauh berjalannya. Orang yang menunggu shalat jamaah bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur.
“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)
“Siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian ia shalat dua rakaat, [dengan tidak menyibukkan dirinya dalam pelaksanaan shalat tersebut urusan dunia, maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu] (HR. Bukhari, Muslim)
Rasul bersabda: ”Siapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu mesjid untuk menunaikan shalat wajib, maka di setiap langkahnya akan menghapuskan dosa dan kesalahan serta mengangkat derajatnya……..dengan wudhu yang sempurna, maka kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan seorang hamba akan keluar dari badannya hingga keluar dari ujung-ujung kukunya” (HR Muslim)
“Dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”(Al-Isra : 78).
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya).” (QS. al-Anfal: 20)

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang yang mendirikan shalat (sujud menyembah Engkau). Ya Tuhan kami, perkenankanlah permohonan kami ini. (QS Ibrâhîm [14] : 40)

Subhanallah.
Sungguh shalat subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!” (Anas Bin Malik)
“………., Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari)

Dikisahkan pula, suatu waktu Ubai bin Kaab berkata: “Rasulullah SAW pernah salat subuh.
Beliau bertanya, ‘Apakah kalian menyaksikan si Fulan?” Mereka menjawab ‘ Tidak ‘.
Beliau bertanya lagi hal yang sama. Para sahabat menjawab ‘Tidak’. Lalu Rasulullah SAW berkata: ” Sesungguhnya dua salat ini (subuh dan isya) adalah salat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya bila mereka mengetahui apa yang ada dalam salat subuh dan isya, maka mereka akan mendatanginya,
sekalipun dengan merangkak.”

Begitu mulianya waktu subuh, maka Rasulullah SAW secara khusus berdoa: “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh.” (HR Turmuzi -Abu Daud – Ahmad dan Ibnu Majah).
Dan kepada mereka yang senang salat subuh berjamaah, Allah SWT memberikan berbagai karunia sejak di dunia ini lebih-lebih di akhirat kelak. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW menegaskan bila salat subuh dikerjakan secara berjamaah, maka Allah akan melindungi Anda seharian penuh.

Kelak, Allah SWT akan memberikan cahaya yang terang benderang kepada hamba-Nya yang istiqamah menghadiri salat subuh berjamaah seperti diterangkan Nabi Akhir zaman itu: “Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid dalam keadaan gelap gulita, mereka akan diganti dengan cahaya di akhirat kelak.”
” Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Muslim)
“………., Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari)
Rasullullah bersabda:
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan(subuh dan Isya’) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” (HR. Abu Dauwud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dalam hadis yang berasal dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “Berpagi-pagilah kamu dalam mencari segala hajat atau keperluan, karena sesungguhnya di pagi hari itu terdapat keberkahan.”
“Waktu shalat Subuh dari terbit fajar sampai terbit matahari.” (HR. Muslim)
“Barang siapa yang mendapatkan satu rakaat shalat Subuh sebelum terbit matahari, maka ia telah melaksanakan shalat Subuh.” (HR. At-Tirmidzi)
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Al-Isra’ [17]:78)
”Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan medatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh, aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah, sehingga aku bakar rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya dua shalat ini (Shubuh dan Isya’) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)
“Barang siapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Shubuh berjamaah (atau dengan shalat Isya’, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi’) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” (HR. Muslim)
“Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari)

Semoga uraian sederhana ini ada manfa’atnya bg kita dlm menggapai rahmat Allah dan ridha-Nya. Aamiin…

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: