RASULPUN MENJAWAB, “KEPADA IBUMU”

Aku kangen ibu

Ibu dan ayah

Ibu haknya pd anak laki2

Ibu tak ada kata putus

Ibu tak ada yg gantikan

 

RASULPUN MENJAWAB, “KEPADA IBUMU”

Di dalam kitab al-adabul mufrad Imam Bukhari -rahimahullah- meriwayatkan sebuah hadits dari Muawiyah bin Haidah radhiallahu anhu-. Beliau berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah -shallahu alaihi wasallam-. Wahai Rasulullah…! Kepada siapa seharusnya aku berbakti..?. Beliau menjawab, “KEPADA IBUMU”. Aku bertanya lagi, “Kepada siapa seharusnya aku berbakti..?. Beliau menjawab, “KEPADA IBUMU”. Aku bertanya lagi, “Kepada siapa seharusnya aku berbakti..?. Beliau menjawab “KEPADA IBUMU”. Aku bertanya lagi, “Kepada siapa seharusnya aku berbakti..?. Beliau menjawab, “KEPADA AYAHMU SELANJUTNYA KEPADA KERABAT-KERABATMU YANG PALING DEKAT DENGANMU. Syaikh DR. Anis Thohir al andunisy memberi komentar yang maknanya: “Hampir seluruh riwayat mengulangi kata Ibu hingga tiga kali dibanding Ayah. Hal tersebut karena ada tiga fase sulit yang dilalui seorang Ibu dan tidak dilalui oleh seorang Ayah. 1. Fase mengandung, 2. Melahirkan, dan 3. Menyusui. Semua fase itu dilalui seorang Ibu tidak untuk waktu yang sebentar. Mengandung 9 bulan kemudian melahirkan. Kita tau bahwa pada fase ini sang Ibu bertarung antara hidup dan mati. Selanjutnya diikuti dengan fase menyapih selama 2 tahun. Ingat 2 tahun dan bukan 2 jam, semuah itu merupakan kelelahan yang luar biasa.” Faidah dari majelis Adabul Mufrod bersama Syaikh Anis Thahir Al Andunisy -hafidzahullah-

Catatan:

Allah azza wa jalla berfirman : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Sahabat.. Renungkan kembali masa kecilmu dulu. Kau dan aku mungkin tak pernah tau bahwa dulu ada sosok wanita yang seolah tak pernah lelah mengandungmu. Ada mata yang terjaga saat kamu terlelap tidur. Ada tangan lembut yang menyuapimu saat kamu makan, yang mengusap air matamu saat kamu menangis, yang memelukmu dengan erat saat kamu tersenyum bahagia. Tangan lembut itu juga tak pernah bosan membersihkan kotoranmu saat kamu ngompol. Bahkan tangan itu seolah tak pernah lelah membelaimu saat mengantarmu tidur. Memasuki usia senja, dia mungkin tak lagi sekuat dulu. Dia mungkin tak bisa memberimu ini dan itu. Namun kasih sayangnya padamu tetap bersemi. Tangan yang tak lagi bisa memanjakanmu itu kini hanya mampu menengadahkan tangannya ke langit lalu menyertakan namamu dalam do’anya. Begitulah kasih seorang ibu, tetap bersemi hingga akhir menutup mata. Selagi ada waktu berbaktilah pada mereka. Gembirakan hati mereka walau hanya dengan senyum tulus yang terlukis diwajahmu ditengah padatnya rutinitas kerja. Karena ibu adalah pintu surga, bila engkau mau, jagalah pintu itu. Bila tidak, maka berpalinglah. Namun ingat…! semua akan berbalas. Rasulullah -shallahu alaihi wasallam- bersabda: “Tiga manusia tidak akan masuk syurga, iaitu orang yang menderhaka kedua-dua ibu bapanya, lelaki yang tidak menjaga maruah keluarganya (dayus) dan perempuan yang menyerupai lelaki.” (HR. An-Nasa’ie, Bazzar dan al-Hakim) Beliau juga bersabda: “Semua dosa akan ditangguhkan Allah, yakni balasan menurut kehendak-Nya, hingga ke hari kiamat, kecuali balasan terhadap orang yang durhaka kepada kedua ibu bapa. Maka sesungguhnya Allah menyegerakan balasan kepada pelakunya pada masa hidupnya sebelum mati” . (HR. al Hakim) Ingat… Siapaun kita… Sehebat apapun kita… Sebanyak apapun prestasi yang kita capai… Tanpa kasih sayang seorang ibu kita bukan siapa-siapa. ————————— Madinah 29-05-1435 H

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: