*** Renungan untuk semua orang tua dan calon orang tua, ***

Anak anak itu amanah

Anak cowo cewe sholihah

Anak akhirat

Keluarga sakinah

Anak cewecowo ngaji

*** Renungan untuk semua orang tua dan calon orang tua, ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar

“Bapak ibu… Adinda sudah bisa membaca Bismillah ketika akan makan,tapi bukan dari bapak bukan pula dari ibu,tapi dari ibu Sholehah di masjid yang mengajak adinda makan selepas maghrib..”

“Ayah bunda… Ananda mampu menghafal surat al Ikhlas dengan tajwidnya, bukan dari ayah dan bukan pula dari bunda, tapi dari
imam masjid yang selalu ku dengar suaranya dari balik jendela kamarku..”

“Papa mama… sekarang ku mampu mengucap Alhamdulillah setiap ku meraih nikmat, bukan dari mama bukan pula dari papa, tapi dari
pengemis tua sholeh yang mengetuk pintu rumah…”

“Mama, lihat jilbabku, aku sekarang sudah bisa menutupi auratku tapi sayang bukan mama yang mengajarkan, tapi dari mba dirumah yang membantu memasak tapi selalu memakai jilbab..”

Iilustrasi diatas mewakili suatu kondisi bahwa kadang kita tidak sadar bahwa anak-anak yang kita miliki telah kita sia-siakan pendidikan
agamanya, sehingga akhirnya kita tak pernah menggores iman dalam hidupnya…

Sayangilah anak-anak yang Allah telah titipkan.
Sayangi mereka bukan dengan uang saku yang diberikan, tapi menyayangi mereka dengan ketaqwaan yang digoreskan dalam kehidupan mereka.

Imam Qurthubi mengatakan “Tak ada kenikamatan yang lebih besar bagi seorang hamba kecuali ia mendapati anak-anaknya menjadi hamba yang taat” ( lihat kitab aljami liahkaamil quran)

Betapa banyak orang yang bermimpi supaya segera memilki keturunan, maka bersyukurlah wahai setiap orang tua atas kehadiran anak yang
telah Allah titipkan, dan syukurmu berbanding lurus dengan ikhtiarmu
menjadikan anakmu anak yang sholeh, ‘aalim dan pejuang pada agama Allah.

Rasul bersabda:
“Siapakah yang mengetahui siapa itu yang mandul? para sahabat berkata, “yang tidak memiliki anak wahai Rasulullah, maka beliau berkata, “bukan, akan tetapi yang mandul ialah ketika anaknya tidak ada yang meninggal
pada jalan Allah”
(shohih adabul mufrad hal 115).

Semoga bermanfaat…

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: