*** MASJID . ***

Kembali keMesjid

Memakmurkan mesjid

Ke mesjid datang

 

*** MASJID . ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar….

Ya Allah! Betapa masjid – masjid yang kosong ini merindukan seseorang shalat di dalamnya? Betapa ia rindu kepada dzikir… saya merasakan hal itu.
Saya merasa seakan-akan ia sangat rindu kepada tasbih dan tahlil.
Dia mengharap andaikan satu ayat saja bisa menggetarkan dinding-dindingnya.
Saya merasa seakan-akan masjid ini dalam keterasingan di antara masjid lainnya. Ia mengharap satu rakaat saja, atau sujud saja.
Dia sangat mengharap meski seorang musafir untuk mengucapkan: Allahu Akbar di dalamnya.
Maka saya berkata: Sungguh akan saya padamkan kerinduanmu yang membara itu, saya masuk kepadamu, saya shalat dua rakaat, kemudian membaca satu juz lengkap di dalammu.
Sungguh kapan-kapan saya akan kembali lagi untuk membaca satu juz Al-Qur’an untukmu.
Dan jangan mengatakan bahwa ini perbuatan yang aneh, tapi sungguh demi Allah jangan pula menfinah seperti mereka..

Ya Allah Tuhanku! Jika Engkau saya telah menghilangkan kesunyian masjid ini dengan berdzikir padamu dan membaca Al-Qur’an untuk wajah-Mu di dalamnya, wahai dzat yang Maha pengasih, maka hilangkan kesunyian ayahku dalam kuburannya. Ya Arhamar Raahimin!”
Sungguh kami rindu masjid wahana penyatu umat. Sangat rindu Masjid sebagaimana jaman Rasullullah Shallallahu Alaihi Wassalam, masjid yang tidak dikunci, seperti masjid Nabawi di mana di sana tersedia suffah tempat orang-orang miskin bernaung dan beribadah serta menuntut ilmu. Dimana segala perbedaan dileburkan. Bergerak dalam ruku’ dan sujud bersama. Tua-muda, kaya-miskin, semua mengaku sebagai hamba Allah, umat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Dan pewaris Al-Qur’an. Hilang segala kesombongan jabatan dan perkauman. Yang ada hanyalah rasa tunduk dihadapan-Nya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam hadis Qudsi:
“Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, sesungguhnya Aku bermaksud akan menurunkan siksaan kepada penduduk bumi, tetapi ketika aku melihat penghuninya sedang memakmurkan rumah-Ku (masjid), saling mengasihi sesamanya karena Aku, selalu melakukan istighfar di waktu sahur, aku palingkan siksaan itu dari mereka”.

“apakah tidak perlu aku tunjukan kepada apa-apa yang Allah akan menghapus dengannya kesalahan-kesalahan dan akan mengangkatnya dengan kepada tingkatan-tingkatan? Sahabat menjawab: ”sebaiknya , ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah bersabda: “menyempurnakan wudhu di waktu banyak kemarahan (kesulitan dan lain-lain), banyak melangkahkan kaki ke masjid-masjid dan menunggui setelah shalat, maka itulah siap siaga, maka itulah siap siaga.” (HR. Malik dan Muslim)

“Barang siapa berangkat pergi ke masjid atau berangkat (di waktu lain), niscaya Allah menyediakan tempat baginya di surga setiap berangkat pagi atau berangkat waktu lain. (HR. Bukhari-Muslim).

Apa yang terjadi setelah mati? Benar, apa yang terjadi setelah mati?!!
Sungguh itu tidak lain kecuali lobang sempit, kegelapan yang mencekam, keterasingan nan sunyi, pertanyaan dan hukuman, juga adzab, jannah atau naar?
“Barang siapa yang mencintai masjid, maka Allah mencintainya (H.R Thabrani)

Allahummaghfir lana wal muslimin,
Mohon doa semuanya juga ridho-Nya, mohon persatuan persaudaraan ukhuwah bersama, mohon kerjasama yang baik, mohon mari bersama – sama kita melawan syetan dan sekutunya.. Aamiin .

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: