Jauhi 12 Amalan-amalan Yang Boleh Membatalkan Pahala Puasa. By :Abu Basyer

 

Dusta .

Ghibah abu

Aurat ditutupi

Jauhi 12 Amalan-amalan Yang Boleh Membatalkan Pahala Puasa.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : "Boleh jadi seorang yang berpuasa, bagiannya dari puasanya hanyalah lapar dan dahaga" (Hadis Sahaih Riwayat Ibnu Hibban).

Para ulama ada menyatakan terdapat 12 amalan buruk yang boleh membatalkan pahala puasa. Perkara-perkara tersebut adalah seperti berikut :

1: Berdusta
2: Suka mengumpat
3: Suka memfitnah
4: Mengadu domba
5: Memberikan sumpah palsu
6: Berkata kasar, menghina atau merendahkan orang lain
7: Melihat dengan syahwat
8: Menyentuh wanita bukan mahramnya
9: Marah tanpa alasan yang jelas
10: Berkelahi
11: Menampakan aurat
12. Makan rezeki haram, baik barang itu daripada barang yang diharamkan atau cara mencarinya (mendapatkan rezeki), contoh seperti menipu, memberi rasuah, menerima rasuah atau jadi perantaranya dan berbagai maksiat dan kezaliman yang lain-lain.

Huraiannya :

1. Berdusta.

Nabi SAW bersabda maksudnya : "Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, dan pengamalannya, serta amal kebodohan, maka Allah tidak memerlukan pada amalannya meninggalkan makan dan minumnya. (Hadis Riwayat Bukhari).

2: Suka mengumpat .

Firman Allah SWT yang bermaksud : "Kecelakaan bagi setiap pengumpat lagi pencela." (Surah Al-Humazah ayat 1)

Firman-Nya lagi yang bermaksud : "Dan janganlah setengah kamu mengumpat setengah yang lain. Adakah seseorang kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati, tentulah kamu membenci memakannya." (Surah Al-Hujurat ayat 12)

3: Suka memfitnah.

Nabi SAW bersabda maksudnya : “Yang paling dikasihi oleh Allah di antara kamu adalah : mereka yang baik akhlak, yang merendahkan sayapnya (diri), yang suka dengan orang dan yang disukai orang. Manakala yang dimurkai oleh Allah adalah : mereka yang pergi membawa fitnah, yang mencerai beraikan di antara saudara dan mencaci orang yang tidak bersalah akan kesalahannya” (Hadis riwayat At-Tabharani dan Abu Hurairah r.a.)

4: Mengadu domba.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, Nabi SAW melewati dua buah kubur. Baginda bersabda maksudnya : "Kedua penghuninya sedang disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu karena ia suka mengadu domba, dan yang lainnya karena tidak mau membersihkan air seni sehabis buang air kecil."

5: Memberikan sumpah palsu .

Dari Abu Ummah (ilyas) bin Tsa’labah Al Haritsiy r.a. bahawasanya Rasulullah SAW, berabda :” Barangsiapa mengambil hak orang Islam dengan sumpahnya, maka benar-benar Allah mewajibkan mereka baginya dan mengharamkan syurga atasnya.” Seseorang bertanya kepada baginda: ” Meskipun itu hanya sedikit wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda : ” Meskipun itu hanya sepotong dahan kayu arak( kayu untuk bersiwak).”
(Hadis Riwayat Muslim)

6: Berkata kasar, menghina atau merendahkan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Sesiapa yang menolak kata-kata buruk terhadap kehormatan diri saudaranya, niscaya Allah menolak api neraka daripada mengenainya pada hari kiamat.” (Hadis Riwayat Ahmad dan Tirmizi)

Memperli, memperolok-olok, mengejek, menghina, memperleceh, memperlekeh, memanggil dengan gelaran yang memalukan, menyatakan kekurangan orang secara terang-terangan dan sebagainya adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah SWT.

7: Melihat dengan syahwat.

Allah SWT menyebut dalam hadis Qudsi :-
يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ من أَجْلِي الصِّيَامُ لي وأنا أَجْزِي

Maksudnya : "Dia meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya hanya karena Ku ( Allah ), sesungguhnya puasanya adalah untuk Ku dan Aku lah yang akan membalasnya" ( Hadis Riwayat Al-Bukhari, no 1795, 2/670 )

Amat jelas lagi terang Allah SWT inginkan dari puasa kita penahanan dari 3 aspek fizikal iaitu tahan makan minum dan keinginan syahwat iaitu seksual.

Ketika puasa disiang hari kita dilarang memandang isteri dengan pandangan syahwat , jika dengan isteri yang halal pun dilarang lebih-lebih lagi terhadap wanita yang bukan mahram.

8: Menyentuh wanita bukan mahramnya.

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,

لأن يطعن في رأس رجل بمخيط من حديد خير من أن يمس امرأة لا تحل له

Maksudnya : “Sekiranya kepala salah seorang daripada kamu ditusuk dengan jarum besi, itu adalah lebih baik bagi kamu daripada kamu menyentuh wanita yang tidak halal bagi kamu.” (Hadis Riwayat ath-Thabrani. Dinilai sahih oleh al-Mundziri, al-Haitsami, dan al-Albani)

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, “Pada hadis ini terdapat ancaman yang keras (tegas) kepada sesiapa sahaja yang menyentuh wanita ajnabiyah (yang bukan mahram). Padanya juga terdapat dalil atas haramnya bersalaman (mushofahah) dengan wanita. Sebab itu, tidak diragukan bahawa bersalaman itu mengandungi unsur bersentuhan.

9: Marah tanpa alasan yang jelas.

Sabda Nabi SAW lagi yang bermaksud : "Tiada seorang pun yang meneguk satu tegukan yang lebih agung pahalanya daripada tegukan berupa kemarahan yang ditahannya semata-mata mengharapkan keredaan Allah Taala." (Hadis Riwayat Ibnu Majah).

Jika mengawal marah satu akhlak yang terpuji, begitu pula sebaliknya jika seseorang marah (tanpa alasan yang munasabah) maka iannya adalah akhlak yang tercela.

10: Berkelahi.

Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW. bersabda, "Janganlah kamu saling benci membenci, dengki mendengki dan sindir menyindir. Jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Haram seseorang muslim berkelahi dengan saudaranya lebih dari tiga hari lamanya".(Hadis Riwayar Bukhari dan Muslim).

11: Menampakan aurat.

Saidatina Aisyah r.ha meriwayatkan, saudaranya iaitu Asma’ binti Abu Bakar pernah masuk di rumah Nabi SAW dengan berpakaian jarang sehingga tampak kulitnya. Kemudian baginda SAW berpaling dan mengatakan:

"Hai Asma’! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah haid (cukup umurnya), tidak patut diperlihatkan tubuhnya itu, melainkan ini dan ini — sambil ia menunjuk muka dan dua tapak tangannya." (Hadis Riwayat Abu Daud)

Dr Yusof Al-Qaradawi menegaskan bahwa melihat secara normal kepada wanita atau lelaki, kepada selain aurat, selama tidak dilakukan dengan syahwat dan berulang-ulang, hukumnya adalah halal. (Al-Halal Wal Haram Fil Islam)

Aurat wanita adalah wajib menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan tapak tangan . Aurat lelaki pula adalah di antara pusat dan lutut.

12. Makan rezeki haram, baik barang itu daripada barang yang diharamkan atau cara mencarinya (mendapatkan rezeki), contoh seperti menipu, memberi rasuah, menerima rasuah atau jadi perantaranya dan berbagai maksiat dan kezaliman yang lain-lain.

Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis diriwayatkan at-Tirmizi yang bermaksud: “Setiap daging yang tumbuh daripada makanan yang haram, maka api nerakalah yang layak baginya.”

Daripada Abu Hurairah telah berkata : Sabda Rasulullah SAW yang maksudnya : "Sesungguhnya Allah itu Maha Baik tidak menerima melainkan sesuatu yang baik. Dan Sesungguhnya Allah telah memerintah para orang yang beriman sama dengan apa yang telah Dia perintah dengannya terhadap para rasul. Maka firmanNya yang ertinya : Wahai rasul-rasul makanlah kamu daripada makanan yang baik (halal) dan firmanNya lagi yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman makanlah kamu daripada makanan yang baik apa yang dianugerahkan kepadamu(halal) . Kemudian Rasulullah SAW menyebut tentang seorang pemuda yang bermusafir dalam perjalanan yang jauh, hal rambutnya kusut masai, mukanya berdebu di mana dia mengangkat tangan ke langit : "Wahai Tuhanku…wahai Tuhanku.." sedangkan makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram. Dan dia dibesarkan dengan memakan makanan haram maka bagaimana Kami mahu mengabulkan doanya." (Hadis Riwayat Muslim )

Marilah kita menjauhkan diri daripada perkataan dan perbuatan yang sia-sia, berdosa dan syubahat karena semua amalan ini akan mendatangkan dosa dan boleh membatalkan pahala puasa kita. Jika kita berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga tetapi tidak mendapat pahala maka kitalah yang rugi samaada rugi di dunia dan akhirat.

Nabi SAW ada menjelaskan bahwa salah seorang yang celaka adalah seseorang itu berpuasa di bulan Ramadhan tetapi namanya masih tercatat di pintu neraka dan Allah SWT tidak bebaskan dirinya daripada siksaan api neraka. Sebaliknya orang yang beruntung adalah seorang yang berpuasa kemudian dia mendapat rahmat, keampunan daripada Allah SWT dan di bebaskan daripada siksaan api neraka.

Comments are closed.

Facebook

%d blogger menyukai ini: