Gempa Yogyakarta siang ini, dua raka’at terakhir sholat Dzhuhur yang gemetar

 

Sujud berjamaah

 

Gempa Yogyakarta siang ini, dua raka’at terakhir sholat Dzhuhur yang gemetar
A. Z. Muttaqin Sabtu, 23 Rabiul Awwal 1435 H / 25 Januari 2014 14:12

Masjid Raya Ar Rasul komplek markaz Majelis Mujahidin Yogyakarta
YOGYAKARTA (Arrahmah.com) – “Ya Robb, di Yogya mulai sujud rakaat kedua sampai selesai tahiyyat pertama masjidnya bergoyang,” begitu pesan elektronik dari salah seorang pengajar di Ma’had An-Nabawy,Ustadz Ahmad Isrofil Mardhatillah kepada arrahmah.com Sabtu siang ini jam 12.40.

Redaksi di Jakarta sontak kaget membaca berita itu. Saat di cek pada situs BMKG didapati info yang sama tentang adanya gempa bumi di Yogyakarta. Secara teknis situs itu menulis telah terjadi gempa magnitude 6,5 SR pada 25 Januari 2014 jam12:14:20 WIB, lokasi : 8.48 LS-109.17 BT Kedalaman : 48 Km 104 km Barat Daya Kebumen Jateng tidak berpotensi tsunami.

Ustadz Ahmad Isrofil yang berdomisili di Markaz Majelis Mujahidin (MM) di Jl. Karanglo No.94 Kotagede Yogyakarta, menceritakan saat gempa itu terjadi dia sedang sholat Dzuhur berjamaah di masjid area komplek markaz MM, dan dia bertindak menjadi imam. Jamaah ketika itu ada 15 orang terdiri dari santri dan warga sekitar.

“Kami sedang sholat, pas sujud rakaat kedua, mau tasyahud awal masjid “menari”, ujarnya.

Sepanjang dua raka’at terakhir sholat Dzuhur di siang itu hingga tahiyyat akhir selesai, jamaah berdiri, ruku’ dan sujud dengan gemetar, dengan bangunan masjid yang letaknya di lantai dua itu bergoyang, “menari” istilah Ustadz Isrofil. Subhanallah.

“Saat berdiri gemetaran,” katanya.

Meski demikian para jamaah tetap tenang melaksanakan sholat, insya Allah khusyu, hingga akhir. Bahkan, kata Ustadz Isrofil, salah seorang jama’ah mengatakan kesiapannya mati saat sholat sedang dilaksakannya.

“Gak papa kalau kita mati saat lagi sujud Ustadz,” ujar seorang santri.

Usai sholat, Ustadz Isrofil memberikan tausiyah kepada para jama’ah memperbanyak dzikir, bertasbih dan harus mempunyai amalan andalan untuk bekal di akhirat.

Meski saat gempa berlangsung terdengar suara benda jatuh, namun tidak ada kerusakan yang berarti pada bangunan masjid dan markaz MM, hanya ada dinding kamar mandi yang retak sedikit. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. (azm/arrahmah.com)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: