* Tuhan Ingin Aku Masuk Surga * By : (c)kurniawangunadi

 

surga

Syurga dibayar oleh rahmat allah

Syurga itu mahal

 

* Tuhan Ingin Aku Masuk Surga *

Akhir-akhir ini aku berpikir tentang mati ketika menyaksikan ada teman seusiaku mati karena kecelakaan. Bertanya-tanya bagaimana jika aku mati muda. Siapakah yang akan kehilangan, sesedih apakah teman-teman. Akankah aku diingat-ingat kebaikannya (atau keburukannya). Aku ingin melihat semua itu. Tapi, aku masih takut mati.

Aku merasa, Tuhan benar-benar menginginkanku masuk surga. Dan aku justru enggan disuruh masuk surga. Bagaimana tidak, Dia memberi tahuku bagaimana cara masuk surga. Lalu, aku enggan menggunakan cara itu dan memilih untuk tidak masuk surga. Aku merenung beberapa hari ini sepajang perjalanan. Jika saja kereta yang aku naiki, motor yang aku kendari, atau bahkan ketika aku jalan kaki. Lalu sesuatu terjadi dan aku mati.

Apakah aku sempat bertanya-tanya lagi. Sedihkan orang yang aku tinggal mati, diingatkah aku, atau apapun itu. Sementara mungkin aku menyesali keputusan-keputusanku dalam hidup.

Aku merasa, Tuhan benar-benar menginginkanku masuk surga. Dan aku justru menolaknya. Aku melanggar hampir semua hal yang Dia perintahkan. Hal-hal yang menjadi syarat agar aku bisa masuk surganya. Aku justru memilih neraka dengan senang hati. Aku memikirkan ini sepanjang perjalanan. Dan jika aku mati di jalan. Adakah aku memiliki kesempatan beberapa detik saja untuk bertaubat?

Tuhan benar-benar menginginkanku masuk surga. Dia menempatkanku pada lingkungan yang kondusif, teman-teman yang berhasrat masuk surga. Dan aku justru menolak semua itu. Dia memberiku buku pegangan (kitab) untuk buka kembali disaat aku tersesat dan bertanya-tanya dalam hidup. Dia memberi tahu semua hal yang aku butuhkan agar aku masuk surga-Nya. Dan aku menolak semua itu secara terang-terangan. Aku menantang-Nya.

Aku mencuri. Aku berbohong. Aku sembarangan menggandeng tangan perempuan yang belum halal bagiku. Aku sembarangan makan. Aku menerima uang yang tidak halal. Aku menghabiskan harta dengan sia-sia. Aku mengkhianati kepercayaan. Aku tidak berbakti kepada orang tua. Aku sering meninggalkan shalat, ya atau shalat di akhir waktu. Aku mempertanyakan halal dan haram yang sudah jelas. Aku menghardik anak yatim piatu. Aku enggan bersedekah barang seribu rupiah. Aku hampir tidak pernah membaca kitab-Mu.

Aku merasa, Tuhan benar-benar menginginkanku masuk surga. Meskipun banyak hal sudah kuingkari, Dia masih memberiku waktu. Sayangnya aku tidak tahu sampai kapan waktu itu ada. Aku merasa Tuhan benar-benar menginginkanku masuk surga dan aku menolaknya. Menolaknya dengan terus menerus membuatnya murka. Dengan terus menerus mempertanyakan ada atau tidaknya Dia. Dengan menyombongkan diri tidak berdoa dan memohon kepada-Nya. Dengan melanggar hal-hal yang jelas-jelas dilarang-Nya. Jika aku mati, aku mungkin tidak sempat lagi memikirkan siapa yang akan mengisi kematianku, aku menangisi diriku sendiri.

Tuhan menginginkan aku masuk surga-Nya dan aku menolaknya.

[ (c)kurniawangunadi]

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: