KABUT ASAP TAK MENGHALANGI KAMI UNTUK MENYERUKAN ISLAM By :Indonesia Milik Allah

 

Demo Riau

 

KABUT ASAP TAK MENGHALANGI KAMI UNTUK MENYERUKAN ISLAM

ini baru KERJA NYATA
disaat para pemimpin melarikan diri dari tanggung jawab
jauh sebelumnya kami bergerak dengan KERJA NYATA yang disindir hanya OMDO

Aksi Ratusan Mahasiswi Riau didepan gedung MTQ Pekanbaru
Menyerukan Penegakkan ISLAM di Riau dalam kabut asap tidak mengurungkan langkah kami

ini baru KERJA NYATA

disaat warga Riau membutuhkan perlindungan dari pemimpin
ini KERJA NYATA kami untuk mengatakan hanya ISLAMlah yang akan bertanggung jawab dan memberikan rakyat Riau perlindungan

6 juta rakyat Riau sudah muak dengan Demokrasi saatnya KERJA NYATA untuk menegakkan ISLAM.

 

Gubernur Riau Pulang Kampung dan Pasrah, Rakyat Jadi Ikan Salai
On Friday, March 14th, 2014 By Datuk Bertuah+ Kanal Riau

Kabut-asap-di-Kota-Pekanbaru-635x350

 

Gubernur Riau, Annas Maamun pulang kampung ke Bagansiapiapi, Kamis (13/3/2014). Gubri pasrah dengan keadaan Riau saat ini yang sedang diselimuti asap tebal dengan kondisi sangat berbahaya.

“Macam mana lagi. Segala upaya sudah dikerahkan, tapi api tak padam-padam. Serahkan semua pada Allah Yang Maha Kuasa,” kata Annas Maamun kepada pewarta.

Annas Maamun telah mengibarkan bendera putih untuk penanganan bencana Asap di Riau akibat hutan dan lahan yang ter(di)bakar oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang berlangsung sebulan terakhir.

Pasrahnya Gubri Annas menyikapi bencana Asap di Riau membuat rakyat kecewa dengan sikap acuh sang pimpinan tertinggi di bumi Melayu tersebut. Gubri tak memberikan solusi kongkrit untuk rakyatnya yang menghirup udara yang terkontaminasi asap beracun.

“Gubernur Riau sekarang ini sudah tua, saya khawatir nasib Riau kedepan, baru menjabat saja sudah tak peduli Rakyat, sangat aneh seorang pemimpin bicara seperti itu dan membiarkan rakyatnya menjadi iklan salai. Sebagai pimpinan semestinya lebih optimis dalam menghadapi setiap masalah,” sesal warga Pekanbaru kepada pewarta, Kamis (13/3/14).

Dhona, warga jalan Suka Karya, Panam juga mengungkapkan hal senada, menurutnya seorang pemimpin seperti itu tak layak lagi memimpin, “Sikap seperti itu sama saja membunuh rakyatnya sendiri, sudah banyak korban jiwa akibat bencana asap ini,” protes Dhona.***

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: