Bersyukur… Oleh : M. Khalilurrahman Al Mahfani

syukur pada allah

Bersyukur pada tuhan

Bersyukur senantiasa merasa cukup

 

Bersyukur…
Oleh : M. Khalilurrahman Al Mahfani

Allah SWT berfirman,

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Bersyukur kepada Allah merupakan konsekuensi logis manusia sebagai makhluk yang telah diciptakan dan dilimpahi aneka kenikmatan serta anugerah yang besar.

Secara etimologis, bersyukur artinya berterimakasih kepada Allah. Imam Ar-Raghib Al Isfahani dalam kitabnya, Al-Mufradat fi Ghara’ib Al-Quran mengatakan bahwa kata “syukur” mengandung pengertian adanya pengakuan diri yang tulus akan suatu nikmat atau anugerah, dan upaya untuk menampakkannya.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa hakikat syukur kepada Allah adalah tampaknya pengaruh nikmat Allah pada lisan seorang hamba sehingga muncul dalam bentuk pujian dan pengakuan, melekatnya nikmat dalam hatinya sehingga menimbulkan bentuk kesaksian dan rasa cinta, dan terpatrinya nikmat pada anggota tubuhnya sehingga mewujudkan kepatuhan menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Tahdzib Madarij As-Salikin: 348)

Syukur merupakan salah satu maqam (derajat) yang tinggi seorang hamba di sisi Allah. Rasa syukur itulah yang menjadikannya sadar dan termotivasi untuk melanggengkan ibadahnya kepada Allah. Sebagaimana diriwayatkan Aisyah, pada suatu malam Rasulullah sholat malam sampai kakinya bengkak. Aisyah pun bertanya kepada beliau, “Mengapa engkau melakukan ini wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni seluruh dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang?” Maka Rasulullah menjawab, “Tidakkah aku boleh menjadi hamba-Nya yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA)

Kita harus menyadari bahwa nikmat Allah tidak dapat lepas sedikitpun dari kehidupan kita seperti hembusan nafas, detak jantung dan denyut nadi. Apabila salah satu lepas, kehidupan kita pun pasti berakhir.

Salah satu cara bersyukur kepada Allah adalah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menjalankan atau menaati perintah-perintah Allah bisa dilakukan dengan menjalankan kewajiban sholat, puasa, zakat dan ibadah-ibadah lainnya. Mari jadikan ibadah-ibadah yang kita lakukan sebagai wujud syukur kita kepada Allah, bukan menganggapnya sebagai suatu beban.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: