*Puisi kesempatan By : Darwis Tere Liye

 

Allah muhammad hi5

 

*Puisi kesempatan

Kami bertanya pada Ayah,
Apakah kita keturunan Rasul Allah, Ayah?
Lihatlah, mata kami sipit, kulit kami putih, perawakan kurus dan kecil
Tidak ada sama sekali pertanda nasab kami dekat dengan Rasul Allah.

Ayah menggeleng
Aduh sedihnya

Kami bertanya pada Ayah,
Apakah kita keturunan para sahabat, Ayah?
Lihatlah, kami berbicara dengan bahasa berbeda, kosakata berlainan,
Tidak ada sama sekali pertanda nasab kami dekat dengan mereka

Ayah menggeleng
Aduh sedihnya

Kami bertanya pada Ayah,
Kalau begitu, apakah kita keturunan dari orang-orang saleh, yang ilmunya menerangi dunia
Lihatlah, kami hidup dengan kebiasaan berbeda, budaya berbeda, bahkan menu makanan berbeda
Tidak ada sama sekali pertanda nasab kami dekat dengan mereka

Ayah menggeleng
Aduh sedihnya

Tapi kali ini Ayah menatap lamat
Bibirnya menyungging senyum

“Jangan gulana anakku, tidak perlu
Ingatlah selalu, meski kita sungguh bukan keturunan Rasul Allah,
Tetapi kita selalu memiliki kesempatan
Teruslah menyerukan kebaikan, mencegah keburukan,
Maka kita jelas mewarisi sesuatu yang lebih penting dibanding garis keturunan
Besok lusa, boleh jadi kau akan berdiri di dalam kelompoknya,
Dekat, dekat sekali untuk melihatnya”

*Tere Liye

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: