Kisah Tegang Kehabisan Oksigen Penyelam Menemukan Ekor AirAsia QZ8501

 

ekor-pesawat-air-asia

 

Kisah Tegang Kehabisan Oksigen Penyelam Menemukan Ekor AirAsia QZ8501

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar……

Pencarian hari ke-11 AirAsia QZ8501 membuahkan kejutan dengan ditemukannya bagian ekor pesawat pada Rabu (7/1). Penemuan ini begitu penting karena black box berada di ekor pesawat. Kisah penemuannya pun diwarnai ketegangan karena pasokan oksigen yang sempat habis di dalam air.

Sosok penemu ekor QZ8501 itu adalah Serma Marinir Boflen Sirait yang bertugas di KRI Banda Aceh. Boflen bersama pasukan penyelam lain dari tim TNI Angkatan Laut baru menemukannya di Selat Karimata lalu memotretnya di bawah air. Mereka juga memasang tanda serta tali untuk jalur masuk bagi penyelam-penyelam selanjutnya nanti.

Penemuan ekor pesawat itu sendiri sebenarnya berlangsung singkat yang dimulai pukul 10.30 WIB. Boflen bersama Serka Marinir Oot Sudarma langsung menemukan saat turun ke kedalaman. Pada pukul 10.47 WIB, mereka sudah naik kembali ke permukaan air dengan sejumlah foto dan tali yang sudah terpasang untuk penanda lokasi.

Boflen sempat mengalami masalah fatal dengan habisnya tabung oksigen yang dia gunakan saat masih berada di kedalaman. Untungnya, Oot yang menemani Boflen menyelam membawa cukup oksigen. Akhirnya, satu tabung oksigen dipakai untuk berdua secara bergantian hingga akhirnya mereka naik ke permukaan.

Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksma TNI Abdul Rasyid Kacong pun mengingatkan penyelam untuk mengutamakan keselamatan. “Mungkin karena terlalu semangat sudah menemukan ekor pesawat. Jangan sampai ekor pesawat sudah ketemu, kita men-SAR penyelam kita sendiri,” ujarnya.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: