“Cinta Bersyarat & Cinta tak Bersyarat” by @estiningsihdwi (Rr. Dwi Estiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog)

Anak Mengaji Al Quran -

 

Ibu lg belajar ngaji anaknya

 

“Cinta Bersyarat & Cinta tak Bersyarat” , Cinta tak pandang syarat. Itu yang kita semua inginkan.

By :Rr. Dwi Estiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Indikator anak yang diasuh dengan “Cinta Bersyarat” adalah sulit untuk menyesuaikan diri dengan pendekatan interpesonal orang, bahkan cenderung manarik diri

“Cinta Bersyarat” juga menyebabkan anak cenderung melakukan perilaku negatif untuk menarik perhatian.

Model pengasuhan “Cinta Bersyarat” misalnya : “Mama tidak sayang adik kalau adik selalu usil!”

Contoh “Cinta Bersyarat” yang lain adalah Orangtua yang cepat sekali merespon perilaku negatif anak, namun tidak pernah merespon perilaku positif.

Kedekatan emosional anak dengan orang tua adalah buah dari “Cinta tak Bersyarat”. Anak jadi lebih mudah diarahkan dan diberi pengertian.

Biasakanlah memeluk anak, dan katakan “I Love U”. Ekspresi kasih sayang kita akan melembutkan hatinya. #love

Memberi peringatan pada anak usahakan pula dengan kata-kata berkonotasi positif. Hindari kata-kata: nakal, usil, bohong, mencuri, dll.

Ingat ada istilah “Prinsip krupuk mlempem”. Setiap anak menginginkan krupuk segar, bila yang ada mlempem maka krupuk melempem akan dimakan.

Anak menginginkan perhatian positif dari orangtua, namun bila yang ada adalah perhatian negatif maka anak tetap menerimanya. Itulah krupuk mlempem.

Ketika anak melakukan kesalahan, orangtua memberi perhatian negatif. Saat melakukan hal benar, orang tua tidak memberikan perhatian apapun.

Maka jadilah anak lebih suka melakukan perbuatan negatif untuk mendapatkan perhatian dari orangtua.

Maka para orangtua, kita berikan “Cinta tak Bersyarat” pada anak-anak kita dengan memberikan perhatian positif pada perilaku baiknya.

Dan mari kita bangun kedekatan emosional dengan anak-anak kita, supaya kita mudah mengarahkan jika muncul perilaku negatif pada anak.

Anak adalah aset dunia akhirat kita. Masih ada kesempatan, mari didik dunia akhiratnya.Ya Allah jadikan anak2 kami anak yang sholeh/hah.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: