Ketika Akhwat Jatuh Cinta

 

Dimanakah akan bertemu

Doa cinta

Cinta karena allah 1

Cinta karena allah 2

Cinta dalam ridhonya

 

Ketika Akhwat Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta padamu.
Sebuah cinta yang hangat diantara dinginnya batinku.
Aku berharap… bisa melupakanmu barang satu detik saja…
Namun, wajahnmu selalu saja merasuk dan bersemayam di pikiranku.
Duhai al-akh… aku tiba-tiba selalu merindukanmu..
Hingga… Kau hadir dalam selimut mimpiku.
Aku…akui… aku sungguh berbeda.
Sebuah rasa yang beda.
Yang baru kujumpai.
Dan rasa itu berlabuh padamu.
Entah mengapa… harus padamu.
Aku jatuh cinta padamu…
Sebuah cinta yang merdu ditengah sumbangnya hatiku.
Diantara hempasan angin, aku berharap akan dirimu… pertemuan denganmu…juga kasihmu.
Duhai al-akh… aku akui… aku… begitu menyayangimu…
Sebuah rasa sayang yang besar hingga tak mampu ku ukir dalam untaian kata.
Ada sebuah perasaan yang kini bernyanyi riang di jiwaku.
Bersenandung… tertawa dan tersenyum dengan indah.
Dan… tahukah duhai al-akh… Kaulah yang mengisi hatiku.
Menguasai jiwaku dan merenggut sukmaku.
Aku jatuh cinta padamu… Sebuah cinta yang berbeda…
Ditengah sepinya air mataku.
Kau hadir bagaikan bunga indah yang mewangi dalam mimpi.
Membantuku… dan mewarnai sanubariku.
Duhai al-akh… Aku entah mengapa… merindukanmu.
Sangat merindukanmu… Jika kau halal bagiku, ingin sekali kumuliakan dirimu dalam cintaku.
Jika kau berhak untukku, ingin kubawa kau terbang bersama hempasan angin kasihku.
Namun… Duhai al-akh… Aku tak bisa berbuat banyak untuk cinta ini…
Aku malu..
Aku takut… Pada Rabbku… Pada Rabbmu…
Mungkin, hanya takdirlah yang akan mempersatukan kita.
Dan, entah kapan… Takdir akan mempertautkan kita dalam ikatan yang halal.
Atau… Takdir tak akan pernah menyatukan kita? Aku tak pernah mengetahuinya…
Bahkan, aku pun tak pernah mengetahui isi hatimu.
Aku ingin… Kaulah yang menjadi cintaku. Dan, sejujurnya… Engkaulah cinta pertamaku.
Duhai al-akh… Aku jatuh cinta padamu.
Sebuah cinta yang menyejukkan diantara gersangnya gurun pikirku.
Buah kebaikanmu hadir dan bertemaram dalam liukan hariku.
Aku…benar-benar mencintaimu.
Sebuah cinta… yang entah mengapa begitu istimewa… Aku selalu berharap… Kau adalah takdirku.
Aku… Kini… Tak bisa berbuat banyak…
Namun, hanya satu hal yang harus kau ketahui…
Duhai al-akh… Bahwa…
“Aku mencintaimu Karena Allah”

by : Zha Niielha Wieldha Harahap

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: