Menjadi Hamba Allah 24 Jam Sehari by: @IslamDiaries

Allah anak

 

Menjadi Hamba Allah 24 Jam Sehari by: @IslamDiaries

Jangan pernah berhenti menjadi hamba Allah yang taat atas segala perintahNya & menjauhi segala laranganNya.

1. Bismillah. Assalamu’alaikum. Walaupun lagi liburan… namun ingat.. Hendaknya Kita Menjadi Hamba Allah 24 Jam
2. Gak akan berhenti itu hitungan pahala jika kita melakukan ibadah terus…
3. Dan gak akan berhenti itu hitungan dosa.. jika kita melakukan maksiat terus menerus.. Gak mengenal hari libur…
4. Sungguh, Allâh Ta’ala menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang mulia, yaitu untuk beribadah kepada Allâh semata tanpa menyekutukan-Nya
5. Allah Azza wa Jalla berfirman: Dan aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. [adz-Dzâriyât/51:56]
6. Dalam ayat ini, Allâh n menuntut dua perkara dari kita.
7. Pertama, beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla dengan cara yang sesuai syariat-Nya. Kedua, tidak menyerahkan ibadah itu kepada selain-Nya.
8. Artinya, seorang mukmin harus menjadi hamba Allâh Azza wa Jalla selama hayatnya.
9. Statusnya sebagai hamba Allah Azza wa Jalla ini tidak boleh lepas darinya walaupun sesaat. Itulah tujuan kita diciptakan.
10. Itulah status dan gelar tertinggi yang diraih seorang insan, yaitu menjadi hamba Allah Azza wa Jalla yang sejati.
11. Umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita ini adalah sebuah karunia dan anugerah yang tiada ternilai.
12. Satu hari Allah Ta’ala memberi kita 24 jam. Itulah waktu yang harus kita pergunakan sebaik-baiknya agar menjadi hamba Allah sejati.
13. Oleh karena itu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
14. Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima (yaitu) masa mudamu sebelum datang masa tua; masa sehatmu sebelum datang masa sakit;
15. … masa kayamu sebelum datang masa miskin; masa luangmu sebelum datang masa sibuk; masa hidupmu sebelum datang kematian.
16. [Hadits shahih, diriwayatkan oleh al-Hâkim dalam Mustadraknya, IV/306; Abu Nu’aim, IV/148; al-Baghawi dalam Syarhussunnah, V/182]
17. [… Ibnul Mubarak dalam kitab az-Zuhd, no.2; al-‘Ajalûni dlm Kasyful Khafâ, I/167; Ibnu Abi Syaibah, XII/223 dan Shahihul Jâmi’no.1077]
18. Sesungguhnya hidup adalah kumpulan hari-hari. Alangkah ruginya kita, bila terus dibuai angan-angan sehingga lupa memperbaiki diri.
19. Sungguh merugi, orang yang tidak mengisi harinya untuk menjadi hamba Allâh yang sejati.
20. Lalu, mampukah kita mengisi 24 jam yang Allâh berikan ini untuk beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla ?
21. Jawabnya, kita mampu mengisinya dengan ibadah. Hal itu bila kita memaknai ibadah dengan maknanya yang luas.
22. Yaitu segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allâh Azza wa Jalla berupa ucapan maupun perbuatan, lahir maupun batin.
23. Sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah membuka pintu-pintu kebaikan.
24. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada kita amal-amal kebaikan yang bisa mendekatkan diri kita kepada-Nya.
25. Bukankah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
26. Tidak satupun amal yang bisa mendekatkan kalian ke surga melainkan telah aku memerintahkannya kepada kalian.
27. Dan tidak satupun amal yang bisa mendekatkan kalian ke neraka melainkan aku telah melarang kalian darinya.
28. [HR. al-Hâkim, dalam Silsilah ash-Shahihah, no. 2866].
29. Tetapi manusia sering ditimpa dua penyakit yang menghalanginya dari semua itu. Yaitu penyakit malas dan taswif (menunda-nunda amal).
30. Oleh karena itulah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berlindung dari sifat malas ini.
31. Salah satu doa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Ya Allâh, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua.
32. Ya Allâh, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur. [HR. Muslim]
33. Jangan malas… Ayo Semangat!! Jangan gara gara Libur Panjang.. Ibadah nya jadi males….
34. Kesempatan untuk menjadi hamba Allâh 24 jam terbuka lebar bagi setiap mukmin yang dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
35. Wallahu a’lam bish shawab. Referensi: 1- Panduan Amal Sehari Semalam. 2- Meraih Kebahagiaan Tanpa Batas.
36. 3- Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Ibnu Utsaimin. 4- Tafsir al-Qur’anil Azhim, Ibnu Katsir. 5- Fathul Bâri, Syarhu Shahîhil Bukhâri, Ibnu Haja
37. Ditulis oleh Oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari via Artikel @almanhajindo [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XIV/1431H/2011].
38. Semoga manfa’at. Selamat menjalani hari. Tetap tersenyum. Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: