# (Semestinya) Sikap Ulama #

 

Pertanggung jawaban

Pertanggung jawaban Manusia=pemimpin

Agama nasehat Rosu

 

# (Semestinya) Sikap Ulama #

Sultan Sulaiman bin Abdul Malik dalam perjalanan dari Damaskus menuju Makah singgah di Madinah. Dia meminta agar seorang ulama besar di Madinah, waktu itu Imam Abu Hazim, diundang untuk menemuinya. Setelah Imam Abu Hazim berada di hadapannya terjadilah dialog berikut ini:

Sultan: “Hai Abu Hazim! Bagaimana tanggapan Anda atas kekuasaan yang ada di tanganku ini?”

Abu Hazim: “Apakah Tuan menjamin keamanan dan kebebasanku?”

Sultan: “Tentu saja! Sebab apa pun yang Anda katakan adalah nasihat bagiku.”

Abu Hazim: “Para leluhur Tuan telah memaksa rakyat dengan senjata, dan mengambil kekuasaan dengan kekerasan tanpa musyawarah dan tanpa kerelaan kaum muslimin sehingga terjadi peperangan besar. Dan, sekarang ini mereka telah menghadap Allah SWT sementara aku kini sudah tidak mengerti lagi apa yang mereka sampaikan sebagai pertanggungjawaban atas segala yang mereka lakukan.”

Salah seorang yang berada di majelis tiba-tiba menyela: “Sungguh kurang ajar kata-kata Anda!”

Abu Hazim: “Sesungguhnya Allah SWT telah mengambil perjanjian dari para ulama untuk menjelaskan kebenaran kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.”

Sultan: “Hai Abu Hazim! Jadi harus dengan cara apa aku mewujudkan perdamaian di tengah masyarakat?”

Abu Hazim: “Tuan, tinggalkan tindakan semena-mena, berpegang teguhlah pada agama Allah, serta berbuat dan tegakkan keadilan.”

Sultan: “Berikan aku salah satu contohnya?”

Abu Hazim: “Isilah kas negara dengan cara-cara yang benar dan halal. Pergunakanlah kekayaan negara dengan cara-cara yang benar dan halal pula.”

Sultan: “Anda punya kebutuhan apa, sampaikanlah kepadaku!”

Abu Hazim: “Selamatkan aku dari neraka dan masukan aku ke dalam surga.”

Sultan: “Hal itu bukan urusanku.”

Abu Hazim: “Aku tidak mempunyai kebutuhan selain itu.”

Seketika itu Abu Hazim bangkit dan meninggalkan majelis. Lalu sultan mengirimkan uang seratus dinar tetapi Abu Hazim menolaknya dan mengembalikan uang itu kepada sultan.

# Submitted by jafar #

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: