Sahabatku pernahkah kita merenung? By :Setia Furqon Kholid

 

Bersyukur dan Bahagia

 

bersyukur bismillah

Sahabatku pernahkah kita merenung?

Bahwa hakikatnya, kenikmatan di dunia ini sebentar saja.
Nikmatnya minum hanya pada tegukan pertama
Nikmatnya makan hanya terasa sampai mulut
Nikmatnya memiliki hanya beberapa saat saja

Maka,
jika hidup di dunia hanya sibuk mengejar dunia
Hampa yang dirasa, kering tanpa makna.
Menghalalkan berbagai cara demi sesuatu yang fana.

Lihatlah hamba dunia,
Yang semakin mendapatkan dunia, semakin serakah
Punya satu, ingin dua. Punya sepuluh ingin seratus.
Padahal, belum tentu semuanya menjadi rizki.
Bahkan pertanyaannya, apa ia bahagia?
Belum tentu, bahkan banyak yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Hidup penuh rasa syukur itu begitu indah.
Saat kita bisa menikmati setiap tegukan teh di pagi hari bersama keluarga tercinta.
Saat kita bisa membahagiakan kedua orang tua
Saat kita semangat belajar dan bekerja agar dicintaiNya
Saat kita bisa khusyu dalam ibadah dan mendekat padaNya

Ya, hidup bahagia ternyata tanpa syarat
Tak mesti punya mobil mewah, rumah yang wah, atau punya banyak tanah.
Cukup dengan menghadirkan rasa syukur di setiap episode kehidupan kita.

Imani janjiNya yang pasti:
“Barang siapa bersyukur, maka niscaya akan Ku tambah nikmat-Ku padamu..” (Q.S. Ibrahim: 7)

Semoga kita tergolong sebagai hambaNya yang pandai bersyukur. Sehingga Allahpun menambahkan nikmat dan keberkahan pada kita semua. Aamiin

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: