"Keseharian Rasulullah Dalam Berbusana, Bersantap & Tidur" by @Sidogiri

 

Muhammad biru2

Muhammad 6

Muhammad bulat dan tangan

"Keseharian Rasulullah Dalam Berbusana, Bersantap & Tidur" by @Sidogiri

 

  1. Busana Rasulullah amat sederhana, jauh dari kesan mewah. Busana ini   sekedar untuk melindungi badan dari cuaca ekstrem.

  • 2. Orang yang tidak memakai pakaian mewah, sedangkan ia mampu melakukannya, Allah memanggilnya di hadapan makhluk, berhak memilih pakaian apapun.

  • 3. Pakaian yang paling disenangi Rasulullah adalah gamis. (HR. Abu Dawud)

  • 4. Sesekali Rasulullah mengenakan busana qithri yang diselempangkan di bahu, seperti diceritakan shahabat Anas bin Malik.

  • 5. Qithri adalah sejenis kain bertahan katun kasar, kain berasal dari Bahrain, Qatar.

  • 6. Riwayat lain dari Anas bin Malik, "Pakaian yang paling disenangi Rasulullah adalah hibarah (kain katun produksi yaman) HR. Al-Bukhari

  • 7. Ujung kain dari gamis Rasulullah hanya sampai pertengahan betis, tidak sampai melewati pergelangan kaki.

  • 8. Dari Abi Hurairah, "Sesungguhnya Allah tidak akan memandang orang yang menjuntaikan kainnya dengan kecongkakan." HR. Muslim

  • 9. Untuk warna pakaian Rasulullah senang warna putih (Hadis riwayat Tirmidzi, an-Nasai & ahmad)

  • 10. Nabi tidak suka pakaian warna merah & yang dicelup dengan pewarna. Nabi juga tidak suka pakaian bergambar sekira mengganggu kekhusyu’an salat.

  • 11. Nabi berdoa sebelum berbusana. Banyak riwayat berbeda perihal doa mengenakan pakaian yang diajarkan Rasulullah.

  • 12. اللهم لك الحمد كما كسوتنيه أسألك خيره و خير ما صنع له، وأعوذ بك من شره وشر ما صنع له

  • 13. Nabi memiliki sorban berwarna hitam, tidak terlalu besar & tidak terlalu kecil tapi berukuran sedang. Sebagaimana cerita shahabat Jabir

  • 14. Ujung sorban Nabi menjulur di bawah dagu untuk melindungi leher dari cuaca & juga menahan agar tidak terjatuh saat berkuda.

  • 15. Rasulullah memiliki sapasang khauf (kaos kaki dari kulit hewan digunakan saat musim dingin) berwarna hitam pekat pemberian raja Ethiopia.

  • 16. Rasulullah sehari-hari mengenakan sandal (terompah), kedua sandalnya memiliki tali qibal. Yaitu tali di bagian muka & dijepit 2 jari.

  • 17. Ketika memakai sandal Nabi mendahulukan kaki kanan, & melepas dengan kaki kiri terlebih dahulu. Seperti riwayat Abi Hurairah.

  • 18. Rasulullah juga terlihat mengenakan cincin perak yang juga berfungsi sebagai stempel surat. Ada ukiran tertera di cincin Nabi tersebut.

  • 19. Dalam ukiran itu tertera ‘Muhammad’ satu baris, ‘Rasul’ satu baris & ‘Allah’ satu baris. Nabi melepas cincinnya jika hendak masuk toilet.

  • 20. Kemudian kita melihat kesederhanaan Rasul dalam makan-minum serta etika sunah di dalamnya.

  • 21. Perihal makan-minum Nabi. Sebelum & sesudah makan Nabi berdoa & makan dengan tangan kanan. Tidak makan-minum sambil berdiri.

  • 22. Rasulullah makan dengan tiga jari (jari tengah, telunjuk & ibu jari). Setelah itu Nabi terbiasa menjilati ketiga jarinya.

  • 23. Keluarga Nabi sering makan roti sya’ir & tidak pernah memakannya sampai kenyang. Sya’ir adl roti gandum paling rendah mutunya.

  • 24. Kadang kala dibuat makanan ternak, namun jika dihaluskan bisa menjadi olahan makanan yang sedap rasanya.

  • 25. Nabi menyukai saus cuka dalam makannya. Beliau tidak pernah makan di atas meja. Serta tidak pernah makan roti gandum halus hingga wafat.

  • 26. Nabi suka memakan buah labu (Cucurbita moschata Durch), sebagaimana disebutkan oleh Anas bin Malik.

  • 27. Menurut penuturan Sayidah Aisyah, Nabi gemar memakan kue manis & sangat suka madu.

  • 28. Jika disuguhi daging, Rasulullah mengambil bagian dzir’an, yaitu bagian antara dengkul hingga bawah kaki & memakan sebagian saja.

  • 29. Terkadang Nabi juga memakan qitsa’ (sejenis mentimun) dicampur kurma yang baru masak. Seperti dikisahkan oleh Aisyah.

  • 30. Untuk minuman, Rasulullah sangat suka air zam-zam. Sesekali Rasulullah minum minuman manis dingin. Seperti dikisahkan oleh Aisyah.

  • 31. Rasulullah memiliki wadah minum khusus yang terbuat dari kayu & dililiti kawat. Seperti penuturan Anas bin Malik kepada Tsabit.

  • 32. Nah, kini di bagian akhir kultwit ini akan menjelaskan tentang etika sunah Nabi ketika tidur. Simak sampai akhir ya !

  • 33. Rasulullah tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam. "Rasulullah benci tidur sebelum salat Isya’, berbincang² setelahnya."

  • 34. Posisi tidur Nabi miring kanan, meletakkan kedua tangan di bawah pipi (HR Abu Dawud), dan Nabi membenci tidur tengkurap.

  • 35. Sebelum tidur, Rasulullah berwudhu seperti halnya mau salat, dan beliau selalu berdoa sebelum tidur.

  • 36. Sebelum tidur Nabi meniup tangan & membaca surat Al-ikhlas, al-Falaq & an-Nas, kemudian di sapunya seluruh badan yang bisa dijangkau.

  • 37. Mulai dari kepala, wajah & seluruh anggota tubuh yang bisa dijangkau kedua tangan, beliau melakukan hal ini sebanyak tiga kali.

  • 38. Saat bangun tidur, beliau duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya, menghirup air ke dalam hidung lalu menyemprotkannya.

  • 39. Nabi juga suka membersihkan mulut ya dengan siwak. Sebagaimana Hadis riwayat Bukhari & Muslim.

  • 40. Demikian apa yang bisa disaji, semoga bisa selalu mengaji sunah Nabi & mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. End

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: