MUHASABAH

Taubat G+

 

*** MUHASABAH ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar……

“Kehidupan yang dijalani seseorang biasa saja menjadi sebab kebahagiannya atau menjadi sebab penderitaan dan kesengsaraannya.
Setiap detik, hari bahkan tahun demi tahun yang berlalu dalam kehidupan manusia bisa saja membawanya pada kecintaan & keridhoan Allah, sehingga dia termasuk diantara orang2 yang mendapatkan kemenangan dan surga, atau sebaliknya, ia berlalu dan membawanya pada neraka dan kemurkaan Allah -wal’iyadzubillah-.

Kehidupan ini juga bisa saja membuat kita tertawa sesaat lalu dengan sekejap membuat kita menangis untuk selama-lamanya, atau sebaliknya, dia membuat kita menangis sesaat untuk bisa tertawa gembira selama-lamanya.
Orang yang akan meraih sukses dan bahagia adalah mereka yang menatap dunia ini dan tahu apa yang harus dilakukannya.

Allah telah menjadikan kehidupan ini sebagai tempat ujian, dimana dengan ujian itu akan nampak hakikat setiap hamba. Siapa yang meraih rahmat Allah maka dia akan bahagia selama-lamanya, begitu juga sebaliknya.

Kita tak tau akhir dari semua ini..
Boleh jadi dalam hidup yang dijalani seorang hamba ada saat dimana dia mendapati dirinya mulai jauh dari Allah, hatinya kemudian termenung sendiri, menangisi masa lalunya, air mata taubatpun membasahi pipinya, lalu dengan tangisan itu Allah mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga. Namun ada juga sebaliknya dimana ada sebagian hamba melakukan dosa, dia menganggap remeh dosa tersebut, hingga akhirnya sifat meremehkan itu menjadi sebab kesengsaraannya selama-lamanya.

Agar kehidupan ini semakin bermakna maka dalam setiap waktu yang kita jalani seharusnya kita bertanya:
Berapa banyak kita tertawa dalam hidup ini….?
Dan apakah tawa itu pada sesuatu yang diridhoi Allah atau tidak…?
Berapa banyak kita kita bersenang-senang dalam hidup ini…?
Dan apakah kesenangan itu diridhoi Allah atau tidak…?
Berapa banyak kita melewatkan malam dengan bergadang..?
Apakah kita melewatinya dengan sesuatu yang mendatangkan ridho Allah atau tidak..?
Pertanyaan demi pertanyaan.
Mungkin ada orang yang bertanya untuk apa semua tanya itu…?
Iya, kita perlu setiap saat bertanya pada diri sendiri karena tak ada sedetikpun dari waktu yang kita lalui melaikan kita selalu dalam limpahan karunia Allah.
Maka sangat memalukan bila kita makan dan minum dari nikmat Allah, berjalan diatas bumi Allah, namun semua itu tidak membuat kita terpanggil untuk mendekat dan mempersembahkan amal terbaik disisi-Nya.

Coba renungkan… ketika kita bangun dipagi hari, mata kita terbuka, pendengaran kita kembali seperti semula, raga kita kembali bergerak, maka siapa yang menjaga agar semua organ tubuh itu tetap berfungsi dengan baik hingga kita memasuki pagi..?

Bertanyalah pada diri… Apakah Rabb yang telah menciptakan dan menjaga fungsi dari seluruh organ tubuh itu ridho bila ciptaan-Nya digunakan untuk bermaksiat pada-Nya…?
Selamat menjawab…
(Diringkas dari nasehat Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar as-Syanqithi – hafidzohullah – dengan sedikit penyelarasan)

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.
____________________
Madinah 24 Dzulqa’dah 1435 H
ACT El Gharantaly

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: