RENUNGAN TENTANG HATI

Hati allah kapas tangan

Hati 2 soal hati

Jaga hati

 

# Renungan Tentang Hati #

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akhbar

Ketika diriku masih kecil orang-orang berpesan kepadaku “rajinlah belajar agar menjadi anak yang pintar “.

Ketika diriku beranjak remaja orang-orang berpesan kepadaku “jangan dulu pacaran takut mengganggu pelajaran. “

Ketika diriku beranjak dewasa, orang-orang bertanya kepadaku “kapan berumah tangga? Lihatlah teman-temanmu sudah berbadan dua”

Sahabatku…
Kita tentu tiada luput dari berbagai pesan maupun pertanyaan seiring perkembangan usia kita.

Ada beberapa di antaranya baik untuk motivasi diri kita agar lebih baik, namun ada juga yang membuat kita tak enak hati, terutama seputar pernikahan.

Sejatinya pernikahan bukan sekedar untuk merubah status, agar tidak lagi lajang dan terlepas dari cemoohan orang.

Namun lebih dari itu pernikahan adalah perjanjian agung yang mesti kita pertanggung jawabkan di hadapan ALLAH SWT.

Oleh karenanya pertimbangkanlah matang-matang karena menyangkut kebahagiaan dan keselamatan kita baik di dunia dan di akhirat.

Cukuplah apa yang ada di sekitar kita menjadi pelajaran berharga…

Tak sedikit masa depan seseorang hancur karena salah memilih pasangan hidup.

Namun tak sedikit pula pasangan yang berbahagia karena memiliki pasangan yang berhati mulia.

Maka pikirkanlah dengan hati yang jernih, jangan menuruti nafsu sesaat apalagi hanya menuruti apa kata orang.

Hati itu indah jika disulami dengan keimanan.
Hati itu kotor jika terikat dengan kemarahan.
Hati itu cantik jika tidak mengatakan keburukan.
Hati itu diciptakan untuk menggalang kebaikan.

Hanya kita yang mampu menjaga hati kita pribadi..
Bukan dia ataupun mereka..

Jadi, pandai-pandailah menjaga hati, agar kita mampu memahami siapa diri..

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: