165. AWAS…!!! MEREKA ITU DUKUN BUKAN USTADZ. WASPADALAH, WASPADALAH..!!!!

Dukun

# Aan Chandra Thalib #

165. AWAS…!!! MEREKA ITU DUKUN BUKAN USTADZ.
WASPADALAH, WASPADALAH..!!!!

Melihat sambutan masyakat terhadap pengobatan alternatif yang dibidani ust/kiyai setidaknya menunjukkan betapa gelar ustadz/ kiyai memiliki tempat tersendiri dihati masyarakat. Kondisi inilah yang kemudiam mendorong sebagian oknum tanpa malu-malu menggunakan embel-embel ustadz atau kiyai pada papan iklan.
Padepokan ini dan itupun bermunculan dimana-mana.
Pendidikan agama yang minim sering membuat masyarakat tertipu. Alih-alih sembuh dari penyakit, eh malah jatuh dalam praktek kesyirikan. Penyakit tak kunjung sembuh, aqidah tergadaikan dan amal ikut terhapus.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang mendatangi peramal, menanyakan kepadanya sesuatu, lalu mempercayainya, shalatnya tidak akan diterima empat puluh hari lamanya.”
Beliau juga bersabda:
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian membenarkan perkataannya, maka ia telah kufur dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam”

Agar masyarakat terbentengi dari praktek semacam ini, maka sudah selayaknya para juru dakwah menitikberatkan pendidikan agama yang terfokus pada pemantapan aqidah.

Langkah ini perlu diambil agar mental masyarakat terdidik sehingga mampu membedakan mana ustadz sejati dan mana dukun yang berkedok ustadz. Sebab banyaknya korban menunjukkan lemahnya pembinaan aqidah umat.
Berikut ini beberapa ciri praktek perdukunan yang berkedok pengobatan alternatif asuhan seorang “ustad”.
1. Sang ustadz suka menggunakan nama kedigdayaan seperti Ki Joko pintar dll
2. Sang Ustadz/ Kiyai Mengklaim tau ilmu ghoib, seperti letak barang hilang dll.
3. Sang ustadz memberi tamimah atau jimat pada pasiennya
4. Ilmu syariat sang ustadz tidak mumpuni.
5. Sang Ustadz menjamah pasien wanita secara langsung
6. Sang Ustadz menggunakan media yang tidak lazim seperti cincin, telur, hewan dengan kriteria tertentu dalam pengobatannya.
7. Biaya pengobatan yang tidak masuk akal.
8. Memberikan syarat ini dan itu, seperti puasa seminggu dll.
9. Memberikan kertas bertuliskan arab yang tidak dapat dibaca.
DLL.
Semoga Allah azza wa jalla menjaga keluarga kita dari jerat-jerat kesyirikan…
Wallahu a’lam.
______________________
Makkah 11-07-1435 H

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: