“Jangan Umbar Aib Kita Sendiri”

 

Menutup aib masa lalu

 

“Jangan Umbar Aib Kita Sendiri”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Rasulullah Shalallahu Alaihi wasallam bersabda:

2. “Semua umatku kan dimaafkan kecuali para “mujahir” yaitu dia yang di malam hari melakukan sebuah dosa kemudian Allah tutupi.

3. Tapi di pagi hari dia justru menceritakannya, “Wahai Fulan, tadi aku telah melakukan ini dan itu””

4. (HR Al-Bukhari, no. 6069, Muslim no. 2990)

5. Hati – hati banget dari kayak gini, udah ditutup sama Allah Ta’ala, eh malah kita buka – buka.. biar semua orang tahu…

6. Bahkan sekarang bukan cuma ngasih tahu sama si Fulan dan juga bukan satu-dua orang. Bisa ribuan orang kita kasih tahu…

7. Sekali update status di Media Sosial, bisa ngasih taunya ke ratusan bahkan ribuan orang.

8. Hati – hati banget ya teman teman….

Mudah-mudahan kita dihindarkan dari perbuatan yang demikian..

9. Ingatlah.. HANYA SANG PENCIPTA YANG DAPAT MENGUSIR KAGALAUAN JIWA

10. “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” [Al-Baqarah : 152]

11. Semua orang pasti pernah merasakan sesuatu yang tidak diinginkan. Semua orang juga pasti mempunyai masalah dan problem kehidupan.

12. Di saat tertentu orang hidup bahagia dan senang, di saat yang lain pula boleh jadi sedih dan pilu.

13. Sesungguhnya semua masalah itu cukup semua perkara yang dihadapi seorang muslim hanya dicurhatkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

14. Seorang muslim hanya akan menampakkan kelemahannya di hadapan Allah, tidak kepada makhluk yang sama-sama lemah.

15. Jika seseorang menampakkan dan mengadukan kesedihan serta kesulitan kepada manusia, maka hal itu tidak meringankan kesedihan terdebut.

16. Namun apabila seseorang mengadukan kesedihan itu kepada Allah, itu lah yang akan bermanfaat baginya.

17. Renungkanlah firman Allah Ta’ala ini,

18. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.

19. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” [QS Al Baqarah: 186]

20. Rasulullah sendiri mengajarkan kepada keponakannya yang masih kecil agar hanya meminta dan memohon kepada Allah,

21. “Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah”

22. [Riwayat At Tirmidzi. Beliau berkomentar, “(Hadits ini) hasan shahih.”]

23. Ini semua bukan berarti kita tidak boleh sama sekali meminta pendapat kepada orang lain.

24. Akan tetapi, mana yang di dahulukan. Datang mengadu kepada Allah dulu, atau berkeluh kesah ke teman, atau malah Update Status dulu?

25. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”(QS ar-Ra’du:28).

26. Yuk… kita tutup Aib kita… Jangan di umbar…

27. Semoga manfa’at. Disadur dari Status @AmrullahAK artikel @salamdakwah dan @muslimindo. Assalamu’alaikum.

By : Islam Diaries @IslamDiaries

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: