KARGUZARI di AUSTRALIA

 

Cadar Mujahidah

 

KARGUZARI di AUSTRALIA..

Ada satu orang Australia namanya Hasan (termasuk penjab da’wah di australia), suatu hari dia pergi jaulah di suatu tempat di Australia, dia mendatangi 1 Bar/diskotik, ketika sudah didalam dia menemui kumpulan sekitar ada 8 orang, maka dia da’wah dengan 8 orang itu, gak lama kemudian 8 orang itu masuk islam, gak lama dari itu ada seorang wanita yang datang dengan tanpa pakaian satupun kecuali sandal, maka hasan sangat kaget dan langsung menyuruh wanita itu menjauh, ternyata wanita itu mau tau apa yang sedang di bicarakan, kemudian hasan menyuruh wanita itu berpakaian dan baru mau menjelaskan apa yang sedang di bicarakan, setelah wanita itu mendengarnya, akhirnya wanita itu masuk islam juga..
Setelah beberapa hari kemudian, wanita itu menelpon hasan, maka hasan itu bertanya “sapa ni??”, wanita itu menjawab “saya wanita yang masuk islam di Bar beberapa hari yang lalu, apa kamu masih ingat???”, hasan bilang “oh iya saya ingat, ada apa emangnya nelpon saya????”, wanita itu jawab “saya mau tanya, kemaren pas naik kendaraan umum, ketika di perjalan didalam kendaraan itu saya ingin terjatuh kemudian saya langsung memegang besi untuk nahan diri saya supaya tidak jatuh dan waktu itu saya memakai sarung tangan dan pakaian yang menutup seluruh aurot saya (jubah n purda), ketika saya memegang besi itu ternyata ada sedikit kulit di lengan saya terlihat, yang saya tanyakan, apakah kulit yang terlihat dengan tanpa sengaja itu akan terkena api neraka di akhirat nanti?????”..
inilah dengan asbab da’wah yang awalnya wanita kafir yang tidak malu tidak memakai pakaian sehelai pun, terus masuk islam dan sekarang malah sangat takut apabila sedikit aurotnya terlihat..
(Bayan maghrib orang mesir di masjid trankil, kamis 06 feb 2014)
semoga wanita2 kel, sdr, teman2 kita dan seluruh umat menjadi wanita yang sholehah dan menjadikn asbab hidayah seluruh alam….Aamiiin
NB : Yang cerita (orang mesir ini) langsung bertemu dengan hasan…

Fatah Al-Fahd
Copas Via Group BBM Kamunitas Da’i.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: