PEMILU 2014.

 

Pemilu mata

Pemilu 2014

Pemilu 2014 1

Ammi Aac

* Edisi: Bainana
Sebagian Ustadz kita merekomendasikan salah seorang Capres bukan karena keislaman Capres tersebut sempurna; namun karena Capres tersebut dinilai lebih dekat dengan Islam dan kaum muslimin serta lebih bisa diharapkan memberikan rasa aman dan perlindungan bagi kaum muslimin bila dibandingkan dengan Capres yang satunya.
Kalau masalah keislaman yang sempurna, siapa sih diantara kita yang sempurna Islamnya? Jangankan Sang Capres, kita-kita yang sudah sekian lama mengenal ilmu sunnah masih saja berlumuran dosa dan kesalahan setiap harinya.

Pemimpin itu bukan Ulama yang harus memberikan contoh-contoh keteladanan dalam hal keislaman, keimanan, dan ketaqwaan.
Hendaknya dibedakan antara pemimpin dengan Ulama.

Seorang pemimpin, memang idealnya adalah seimbang antara aspek kepemimpinan dan aspek keagamaan. Namun, bila hal tersebut belum bisa diwujudkan, harus bagaimanakah semestinya?

Maka, yang diharapkan adalah pemimpin yang kuat dan amanah sebagaimana yang disinggung dalam Al-Qur’an.
Pemimpin yang kuat dan amanah, meskipun dalam banyak hal dia termasuk orang yang fajir. Kefajirannya itu urusan dia dengan Allah. Sedangkan kekuatan dan amanahnya itu akan sangat berguna bagi bangsa dan negara, terutama bagi kaum muslimin, untuk menjaga mereka dari ancaman dan gangguan musuh.

Sekali lagi, memilih pemimpin bukan seperti memilih Ulama.
Memilih pemimpin lebih ditinjau dari aspek kepemimpinan, kebangsaan dan kenegaraan; serta mashlahatnya bagi Islam dan kaum muslimin–meskipun, sekali lagi–Sang Pemimpin tidak sempurna dari aspek keagamaan.
Itulah sebabnya mengapa kita jumpai sebagian orang yang berilmu merekomendasikan salah satu Capres; karena mereka–dengan keilmuan yang dimiliki–menilai Capres tersebut lebih bisa diharapkan kontribusinya untuk Islam dan muslimin, serta diharapkan bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi, biidznillah.

Status ini bukan untuk kampanye. Siapapun yang mengenal Ammi di fesbuk ini insyaAllah tahu bahwa Ammi hampir tidak pernah bicara politik.
Ammi menulis status ini sekedar untuk mengingatkan sebagian kita agar jangan terlalu berlebihan menyudutkan sebagian Ustadz yang merekomendasikan salah satu Capres hanya karena para ikhwah tersebut melihat Sang Capres yang direkomendasikan dalam beberapa perkara melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Berpikir dengan jernih, bijak, tanpa emosi, dan di atas ilmu; agar bisa menyikapi segala perbedaan dengan hikmah dan tetap di jalur ukhuwwah.
Barakallahu fiikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: