# Jalan Penuh Syahwat Menuju Neraka .#

Jalan menuju neraka disukai syahwat

Jalan menuju neraka penuh syahwat

Zina di usia dini

Zina Hati

Zina bujak jauhi

 

# Jalan Penuh Syahwat Menuju Neraka .#

Surga itu diliputi perkara2 yang dibenci syahwat & neraka itu diliputi perkara2 yang disukai syahwatan.

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

2. Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)

3. Agar lebih memahami makna hadits diatas alangkah baiknya kita simak penuturan Imam Nawawi rahimahullah berikut ini,

4. “Para ulama mengatakan,’Hadits ini mengandung kalimat-kalimat yang indah dengan cakupan makna yang luas serta kefasihan bahasa Rasulullah.

5. Sehingga beliau membuat perumpamaan yang sangat baik dan tepat.

6. Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa seseorang itu tidak akan masuk surga sehingga mengamalkan perkara-perkara yang dibenci jiwa,

7. Begitupula sebaliknya seseorang itu tidak akan masuk neraka sehingga ia mengamalkan perkara-perkara yang disenangi oleh syahwat.

8. Demikian itu dikarenakan ada tabir yang menghiasi surga dan neraka berupa perkara-perkara yang dibenci ataupun yang disukai jiwa.

9. Barangsiapa yang berhasil membuka tabir maka ia akan sampai kedalamnya.

10. Tabir surga itu dibuka dengan amalan-amalan yang dibenci jiwa dan tabir neraka itu dibuka dengan amalan-amalan yang disenangi syahwat.

11. Diantara amalan-amalan yang dibenci jiwa seperti halnya bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Ta’ala serta menekuninya,

12. … bersabar disaat berat menjalankannya, menahan amarah, memaafkan orang, lemah lembut, shadaqah, tidak mengikuti hawa nafsu dan lainnya.

13. Sementara perkara yang menghiasi neraka adalah perkara-perkara yang disukai syahwat yang jelas keharamannya seperti minum khamr,

14. … berzina, memandang wanita yang bukan mahramnya (tanpa hajat), menggunjing,dan yang lainnya.

15. Adapun syahwat (baca:keinginan) yang mubah maka tidak termasuk dalam hal ini.

16. Namun makruh hukumnya bila berlebih-lebihan karena dikhawatirkan akan menjerumuskan pada perkara-perkara haram,

17. .. setidaknya hatinya menjadi kering atau melalaikan hati untuk melakukan ketaatan bahkan bisa jadi hatinya condong kepada gemerlapnya dunia.

18. ”(Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, Asy-Syamilah)

19. Maka jadikan dan hiasai harimu dengan hadist ini !

20. Semoga manfa’at.

Diambil dari artikel @MuslimahOrId. Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: