Ahlus Sunnah Waljama’ah Manhaj Salaf 》MANHAJ 》SALAFI 》MADZHAB 》ORMAS ,PERJALANAN FIQIH ISLAM.

Ahlus Sunnah Waljama’ah Manhaj Salaf
》MANHAJ
》SALAFI
》MADZHAB
》ORMAS
PERJALANAN FIQIH ISLAM

Perjalanan fiqih islam itu
dari tahun 2 Hijriyah sampai 200 Hijriyah

Qs. Al-Baqarah ayat 129
Rasul : menerima Wahyu dari Allah
Wahyu : Al-Qur’an

Rasul : Menyampaikan dan Mengajarkan ayat (Al-Qur’an) dan penjelasan (Hikmah)

Pengajaran yang di sanad kan pada Rasul di namakan Hadits

Praktek Rasul di namakan Sunnah
(As-Sunnah)

Qs. Al-Baqarah ayat 43
Perintah Shalat dan Penjelasannya

Kitab Al-Qur’an adalah Wahyu dari Allah
Hikmah As-Sunnah adalah Wahyu dari Allah

Semua orang BERIMAN belajar pada
Al-Qur’an dan As-Sunnah

Maka di namakan kembali ke
Al-Qur’an dan As-Sunnah

——

MANHAJ adalah Tuntunan dari Rasul (Nabi)

Manhaj punya 2 sifat :
1. Hanya satu dalil dan satu contoh (cara)
2. Lebih dari satu dalil dan beragam cara (contoh)

Generasi 1 .
Manhaj di ajarkan pada para sahabat

Tahun ke 2 Hijriyah
Pengajaran Manhaj pertama kali di namakan
As-Sabiqunan Awwaliin
Yaitu Nabi mengajarkan pada 40 sahabat (orang-orang yg pertama masuk islam) di rumah sahabat Arqum bin Abi Arqom
Dengan metode hafalan (menghafal),
sifat.nya Talaqih/Langsung adalah melihat dan praktek/kerjakan,
Dan hanya sedikit yang menulis (catatan) yaitu 1-2 orang sahabat

As-Sabiqunan Awwaluun
(Qs. At-Taubah : 100)

Para Sahabat ingatanya sangat kuat

Para Sahabat adalah :
1. Semasa dengan Nabi
2. Melihat Nabi
3. Beriman pada Nabi, sampai ia wafat

Semua Ummat islam adalah satu MANHAJ

——

Generasi 2 .
Setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Para Sahabat Radhiyallahu ‘anhu menyebar untuk mengajarkan Manhaj ke berbagai penjuru dunia. Yang di ajarkan Manhaj oleh para sahabat adalah Tabi’in

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat pada senin 12 Rabi’ul Awwal Tahun 11 Hijriyah
Beliau wafat pada usia 63 Tahun lebih empat hari .

Generasi 3 .
Tabi’ut Tabi’in

Manhaj di ajarkan dengan metode hafalan dan catatan

Tabi’in
Tabi’ut Tabi’in
Sebagian banyak yang mulai menulis/mencatat
Karena sebagian mereka ingatanya tentu saja tidak sekuat para sahabat

Tabi’in
Tabi’ut Tabi’in
Mengajarkan Manhaj pada Para Shalafush Shalih

Batas masa Shalafush Shalih adalah 200 Hijriyah

Sekarang = Kholaf
Dahulu = Salaf
Ikut yang dahulu = Salafi
Banyak = Salafiyun

Shalih = sifat baik, dekat dengan Allah, Tau petunjuk Rasulullah

Sampai batas 200 Hijriyah melahirkan
4 Salaf Utama

4 Salaf Utama yaitu :
1. Imam Abu Hanifah Rahimahullah lahir 80 Hijriyah
2. Imam Malik bin An-Nas Rahimahullah lahir 93 Hijriyah
3. Imam Muhammad bin idris As-Syafi’i Rahimahullah lahir 150 Hijriyah
4. Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah lahir 164 Hijriyah

4 ulama ini menghafal dengan kuat
Dan menulis semua tuntunan dari Nabi (Manhaj)

MADZHAB
1. Madzhab Hanafi
2. Madzhab Maliki
3. Madzhab Syafi’i
4. Madzhab Hanbali

Islam hanya ada 4 MADZHAB
Ke 4 Madzhab semuanya di akui oleh
Ahlus Sunnah Waljama’ah

Madzbab adalah Maadzahaba ilaihi
Kalimat Maadzahaba ilaihi di singkat Madzhab

Kalimat Bismillahirrohmanirrohiim di singkat Basmalah

Kalimat Laa ilaaha illallah di singkat Tahlil

Kalimat Alhamdulillah di singkat Hamdallah

Contoh :
Jangan lupa baca basmalah
Basmalaaaaaahhhh
(Kan tidak mungkin)
Pasti yang di ucapkan adalah
Bismillahirrohmanirrohiim

Dan kalimat tahlil, kalimat hamdalah serta lainnya

Di dalam ilmu bahasa arab ada pelajaran singkatan untuk sebuah kalimat
Jadi tidak panjang dalam menulis atau untuk menyebutnya

Arti Kalimat Maadzahaba ilaihi
Maa = apa
Dzahaba ilaihi = yang lebih condong untuk di pilih (saya pilih) kepada-Nya

Maadzahaba ilaihi di singkat Madzhab

MADZHAB adalah Memilih satu MANHAJ dari beragam MANHAJ Nabi

Madzhab Syafi’i adalah pilihannya Imam Syafi’i

Bukan ikut imam syafi’i
Tetapi yaitu ikut MANHAJ Nabi seperti yang di pilih oleh imam syafi’i

Kita boleh memilih salah satu Madzhab untuk melaksanakan ibadah-ibadah (amal shaleh)
tapi cari dalil shahih yang terkuat
Karena Madzhab yang lainnya juga mempunyai dalil shahih .
Dan yang keliru adalah orang yang terlalu fanatik dengan salah satu MADZHAB

Perjalanan Fiqih Islam adalah
Dari Tahun 2 Hijriyah sampai batas masa Salafush Shalih pada Tahun 200 Hijriyah .

——

ORMAS

Ormas = Organisasi masyarakat
Ormas islam = Organisasi masyarakat islam

Ormas islam adalah berfungsi untuk memudahkan mengenalkan dan meluaskan nilai-nilai islam ajaran-ajaran islam kepada masyarakat (Ummat)

Ormas islam adalah BUKAN Tuntunan dalam beragama

Ormas islam adalah
Bukan untuk membuat ajaran baru
Bukan untuk menyebarkan ajaran baru
Bukan untuk memprofokasi ummat
Bukan untuk menyesatkan ummat.

Catatan :

Semua ummat islam adalah Satu Manhaj
Semua ummat islam adalah salafi
Semua ummat islam adalah kembali ke
Al-Qur’an dan As-Sunnah

Ahlus Sunnah Waljama’ah Manhaj Salaf

MANHAJ SALAF

Satu-satunya cara mengamalkan Ajaran Islam yang benar

Allah ‘Azza wa Jalla sendiri yang mengatakan di dalam Al-Qur’an :
“Orang-orang terdahulu dan pertama-tama dari kalangan Muhajirin dan Anshor serta orang-orang yang MENGIKUTI MEREKA dengan BAIK, maka Allah RIDHA kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya dan Allah SEDIAKAN untuk MEREKA surga-surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah keberuntungan yang sangat besar.”
(Qs. At-Taubah : 100)

Allah Tabaroka wa Ta’ala
Mengancam siapa saja yang tidak mau mengikuti MANHAJ SALAF
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“Barang siapa yang menentang Rasul setelah jelas baginya petunjuk dan dia mengikuti jalan SELAIN JALAN orang-orang MU’MIN, maka kami akan membiarkan dia terombang-ambing dalam KESESATANNYA dan kami akan memasukannya ke dalam Jahannam, dan sesungguhnya JAHANAM itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.”
(Qs. An-Nisa’ : 115)

AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

*Hakikat Ahlus Sunnah wal Jama’ah*

As Sunnah secara bahasa artinya jalan. Adapun secara istilah As Sunnah adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya, baik berupa keyakinan, perkataan maupun perbuatan.

Dalam hal ini Sunnah menjadi lawan dari bid’ah. Bukan amalan bid’ah dikerjakan.

Maka sunnah yang dimaksud dalam istilah Ahlus Sunnah adalah seluruh ajaran Rasul dan para sahabat, baik yang hukumnya wajib maupun sunnah!!

Al Jama’ah secara bahasa artinya kumpulan orang yang bersepakat untuk suatu perkara. Sedangkan menurut istilah syar’i, al jama’ah berarti orang-orang yang bersatu di atas kebenaran yaitu jama’ah para sahabat beserta orang-orang sesudah mereka hingga hari kiamat yang meniti jejak mereka dalam beragama di atas Al Kitab dan As Sunnah secara lahir maupun batin.

Oleh karena itu seorang Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Al Jama’ah adalah segala yang sesuai dengan al haq walaupun engkau seorang diri.” (lihat Al Wajiz fi ‘Aqidati Salafish Shalih, hal. 29 dan 30).

Ukuran seseorang berada di atas jama’ah bukanlah jumlah. Akan tetapi ukurannya adalah sejauh mana dia berpegang teguh dengan kebenaran yaitu Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat radhiyallahu ta’ala ‘anhum.

Sebagaimana hal ini telah diisyaratkan oleh Rasul ketika menceritakan akan terjadi perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu yaitu al jama’ah.

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beragama sebagaimana Nabi dan para sahabat. Hadits perpecahan umat adalah hadits yang sah menurut ulama ahli hadits.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan di dalam Majmu’ Fatawa (3/345), “Hadits tentang perpecahan umat adalah hadits yang shahih dan sangat populer di dalam kitab-kitab sunan dan musnad.” (lihat Al Minhah Al Ilahiyah fi Tahdzib Syarh Ath Thahawiyah, hal. 348, Silsilah Ash Shahihah no. 203 dan 204 faidah-faidah dari hadits perpecahan umat di dalam buku Lau Kaana Khairan, hal. 190-196).

Sehingga hakikat Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Sunnah para sahabatnya dan juga orang-orang yang mengikuti mereka dan menempuh jalan mereka dalam berkeyakinan, berucap dan mengerjakan amalan, demikian pula orang-orang yang konsisten di atas jalur ittiba’ (mengikuti Sunnah) dan menjauhi jalur ibtida’ (mereka-reka bid’ah).

Mereka senantiasa ada, eksis dan mendapatkan pertolongan (dari Allah) hingga datangnya hari kiamat.

Oleh sebab itu maka mengikuti mereka adalah hidayah sedangkan menyelisihi mereka adalah kesesatan.

Sedangkan lawan dari Ahlus Sunnah adalah Ahlul bid’ah.
Sedangkan lawan kata dari paling Nyunnah adalah paling Mbid’ah .

Asmaul Husna
Yaa Wahhab
Artinya : Maha Pemberi Karunia

Yaa Wahhab adalah salah satu Nama dan Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala

Copy paste lalu
Sampaikan pada sesama Ummat islam

Jazaakumullahu khayran
Barakallahu fiikum

—–

PERJALANAN FIQIH ISLAM

Perjalanan Fiqih islam
Dari zaman Salafush Shalih sampai sekarang

Dari Masa lampau hingga kini

Dari tempo dulu hingga kini

Dari Tahun 200 Hijriyah sampai saat ini
Tahun 1438 Hijriyah

Sekarang = Kholaf
Dulu = Salaf
Ikut yang dulu = Salafi
Banyak = Salafiyun

Shalih = sifat baik, dekat dengan Allah, tau petunjuk Rasulullah

4 Salaf utama
4 Salafush Shalih utama Batas
Th 200 Hijriyah :
1. Imam Abu Hanifah lahir 80 Hijriyah
2. Imam Malik bin An-Nas lahir 93 Hijriyah
3. Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i lahir 150 Hijriyah
4. Imam Ahmad bin Hanbal lahir 164 Hijriyah

Madzhab Hanafi
Madzhab Maliki
Madzhab Syafi’i
Madzhab Hanbali .

Salafush Shalih Th 200 Hijriyah sampai sekarang Th 1438 Hijriyah :

》Madzhab Hanafi
1. Abu Hanifah
2. Abu Yusuf
3. As-Syaibani
4. Ad-Dahlawi
5. Asia Selatan

》Madzhab Maliki
1. Maliki
2. Ibnu Wahab
3. Suhnun
4. Ar-Rabithi
5. Afrika Utara

》Madzhab Syafi’i
1. Syafi’i
2. Al-Buwaithi
3. Al-Bukhari
4. W. Az-Zuhaili
5. Asia tenggara

》Madzhab Hanbali
1. Hanbali
2. Al-Atsram
3. Ibnu Taimiyyah
4. Al-Albani
5. Teluk

Salafush Shalih Rahimahumullah

Jazaakumullahu khayran
Barakallahu fiikum

——

🔮المدارس الفقهية والمذاهب
🔮Schools of Fiqih and Opinions of Imams
🔮Madrasah-Madrasah Fiqih dan Madzhab-madzhab

Para Imam madzhab yang mu’tabar dan bertahan hingga saat maupun madzhab yang telah punah seperti madzhab nya Ibnu Juraij, Sufyan Ats-Tsauriy, Al-Awza’i, Ibnu Abi Laila, Waqi bin Al-Jarrah, Ibnul-Mubarak, Ishâq bin Rahawaih dll adalah orang-orang yang hidup di 3 generasi yang mulia yang termaktub keutamaannya dalam sabda Nabi صلى الله عليه وسلم

خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم…

Sebaik-baik generasi adalah (generasi) zamanku (yakni para Sahabat) kemudian yang setelahnya kemudian yang setelahnya…

Imam Abu Hanifah melihat Anas bin Mâlik رضي الله عنه namun tidak memiliki riwayat darinya sehingga beliau tergolong tabi’in.

Adapun Imam Mâlik tidak memiliki riwayat dari Sahabat dan tidak melihat mereka namun beliau bertemu dengan tabi’in dan banyak memiliki riwayat tsuna’iy (perantara dengan Nabi صلى الله عليه وسلم hanya 2 orang) seperti riwayat beliau dari Nafi’ dan anak2 Abdullah bin Umar رضي الله عنه sehingga beliau tergolong sebagai Tabi’ut tabi’in kabir.

Adapun Imam Asy-Syafi’i adalah tabi’ut tabi’in shaghir yang kebanyakan riwayatnya adalah tabi’ut tabi’in kabir seperti Imam Mâlik, Sufyan bin Uyaynah dll.

Mereka bertiga tergolong ke dalam 3 generasi mulia adapun Imam Ahmad beliau tergolong thabaqah 10 menurut pembagian Al-Hafizh Ibnu Hajar sehingga tergolong generasi setelah tabi’ut tabi’in dan beliau memiliki riwayat tsulatsiy (perantara dengan Nabi صلى الله عليه وسلم 3 orang) namun tidak memiliki riwayat tsuna’iy. Walaupun demikian namun Imam Ahmad diserupakan dengan para imam tabi’in karena kelebihan ilmu dan amalnya, sebagaimana pengakuan para ulama di zaman beliau macam Qutaibah bin Sa’id.

Madrasah fiqih dan madzhab sudah ada sejak zaman para Salafusshalih, seperti madzhab Ibnu Abbas di Mekkah yang kemudian diwarisi oleh Imam Ibnu Juraij, Sufyan bin Uyaynah dan para ulama Mekkah lainnya. Madrasah Ibnu Umar, Aisyah dan para Sahabat di Madinah yang kemudian diwarisi oleh para Fuqaha yang 7 dan kemudian diwarisi oleh Imam Rabî’ah, Az-Zuhriy dan Mâlik bin Anas. Madrasah Ibnu Mas’ud, Ali bin Abi Thalib dan para Sahabat Iraq yang kemudian diwarisi oleh Imam Sufyan Ats-Tsauriy, Abu Hanifah, Ibnu Abi Laila dan lainnya dari para ulama Iraq.

Mengaku menisbatkan kepada para Salafusshalih namun bodoh tentang biografi mereka adalah tidak patut, bagaimana kita bisa mengikuti mereka dalam ibadah, mu’amalah, akhlak dan segala aspeknya jika kenyataannya tidak mengenal siapa saja yang termasuk Salafusshalih dan mengenal biografi mereka, tak ubahnya bagaikan orang yang ingin masuk kesatuan TNI namun bodoh tentang para pahlawan revolusi dan berpendapat bahwa sang naga bonar – entah orangnya ada atau tidak – termasuk para jendral yang dibuang ke lubang buaya.

Jazakumullahu khayran
Barakallahu fikum

——————-

Semua firqah (golongan/kelompok) melakukan perbuatan bid’ah dan tersesat

Faktor yang membuat kelompok-kelompok dalam islam menyimpang dari jalan yang Lurus adalah kelalaian mereka terhadap rukun iman yang ketiga,
Yang sebenarnya telah di isyaratkan dalam
AL-Qur’an dan As-Sunnah
Yakni memahami AL-Qur’an dan As-sunnah menurut pemahaman Assalafush shalih
Surat AL-fatikhah secara gamblang telah menjelaskan rukun iman yang ketiga tersebut
Allah Azza wa jalla berfirman :
Tunjukilah jalan kami yang lurus
(QS. AL-fatikhah :6)
(Yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka,
Bukan (jalan) mereka yang di murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
(QS. AL-fatikhah :7)

Ayat 7 ini di Tafsirkan langsung oleh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Hadistnya :
“Sesungguhnya Yahudi itu adalah yang di murkai dan Nashara adalah orang-orang yang sesat (HR. At-Tirmidzi no.4029 dan di shahihkan oleh Imam Al-Albani dalam shahihul jami’ no.8202)

Dari sahabat ‘Auf bin malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Ummat Yahudi berpecah-belah menjadi 71 golongan maka hanya satu golongan yang masuk Surga dan 70 golongan masuk Neraka .
Ummat Nasrani berpecah-belah menjadi 72 golongan dan 71 golongan masuk Neraka dan hanya ada satu golongan yang masuk Surga,
Dan Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya sungguh akan berpecah-belah Ummatku menjadi 73 golongan
Hanya satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk Neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tanya, wahai Rasulullah, siapakah mereka (satu golongan yg selamat) itu ?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, AL-jama’ah

“Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang Aku dan Para Sahabatku berjalan di atasnya” .

Abdullah bin mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya kemudian bersabda, “ini jalan Allah yang Lurus”
Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya kemudian bersabda, “ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat) tak satupun dari jalan-jalan ini kecuali di sana ada syaithan yang menyeru kepadanya”
Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam membaca firman Allah Azza wa jalla,
” Dan sungguh, inilah jalanKu yang Lurus, maka ikutilah ! Jangan kamu ikut jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya,
Demikian Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa” (QS. AL-An’am ayat 153)

Satu golongan Ummat Yahudi yang masuk Surga adalah mereka yang beriman kepada Allah Azza wa jalla dan kepada Nabi Musa Alaihi sallam serta mati dalam keadaan beriman .
Dan begitu juga satu golongan Ummat Nasrani yang masuk Surga adalah mereka yang beriman kepada Nabi ‘Isa Alaihi sallam sebagai Nabi dan Rasul dan Hamba Allah
Serta mati dalam keadaan beriman .

Adapun setelah di utusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,
Maka semua Ummat Yahudi dan Nasrani wajib masuk islam, yaitu agama yang di bawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Sebagai penutup Para Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Bersabada :
Demi (Rabb) yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah seorang dari Ummat Yahudi dan Nasrani yang mendengar tentangku (Muhammad), kemudia ia mati dalam keadaan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, Niscaya ia termasuk penghuni Neraka
(HR. Imam Muslim no.153)

Jalan yang Lurus
Jalan Allah Azza wa jalla itu hanya ada satu
Adalah AL-Qur’an dan As-sunnah menurut pemahaman Assalafush shalih
(Nabi dan Para Sahabat)

Wallahu a’lam bish shawab

Copas lalu sampaikan kepada sesama ummat islam (sesama manusia)

 Sumber ilmu

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: