🚫JANGAN PERCAYA KEPADA MEDIA DAN BERITA YANG TETAP BERUSAHA KERAS MENGADU DOMBA, SETELAH KESEPAKATAN PENCAPRESAN PRABOWO OLEH PKS, PAN DAN GERINDRA.

🚫JANGAN PERCAYA KEPADA MEDIA DAN BERITA YANG TETAP BERUSAHA KERAS MENGADU DOMBA, SETELAH KESEPAKATAN PENCAPRESAN PRABOWO OLEH PKS, PAN DAN GERINDRA.

Pertemuan Kertanegara hari ini telah membuahkan hasil: PKS, PAN dan GERINDRA sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres 2019. Soal siapakah Cawapresnya, akan dibicarakan kemudian.

Setelah demikian gencarnya upaya adu domba yg dilakukan oleh media2 mainstream, jelas kesolidan 3 partai ini mengejutkan. Ada media yg memuat kutipan lengkap dari petinggi partai yg hadir dan diwawancara, ada pula yg tetap berusaha mementahkan berita tsb. Media itu berusaha melakukan framing bahwa seolah PAN belum sepakat mengusung PS, dengan cara sengaja memelintir berita.

Sebelumnya media tsb sudah sering melakukan wawancara dengan berbagai pihak yg hasilnya adalah agar PS tidak nyapres. Dan sekarang media itu memberitakan bahwa PAN tepis klaim Gerindra soal kesepakatan mencapreskan Prabowo.

Media seperti Detikcom misalnya, memuat wawancara via telpon dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Dalam tubuh beritanya, ZH hanya mengatakan: “Jadi diskusi ya, diskusi terbuka. Jadi kesepakatan bulat, apa-apa, belum ya.
Bahwa mulai ada pandangan-pandangan, nah, itu ya tentu dalam komunikasi politik itu yang terbaik, intens, ada pandangan yang sama-sama, ada pandangan-pandangan yang belum sama, itu namanya proses, ya.”

ZH hanya mengatakan demikian. Tidak ada dia menyebutkan bahwa menolak klaim Gerindra soal pencapresan Prabowo. Tapi sebagai judulnya Detikcom menuliskan judul yg bombastis: ‘PAN Tepis Klaim Gerindra Soal Sepakat Capreskan Prabowo’.

Padahal Zulkifli Hasan sama sekali tidak menyangkal bahwa PAN telah setuju mencapreskan Prabowo. Ia hanya menggarisbawahi bahwa masih ada pandangan yg belum sama dan masih dalam proses. Tentu daja masih dalam proses, karena Cawapresnya saja masih akan dirundingkan dalam rapat koalisi berikutnya. Seperti umum diketahui, dalam setiap proses koalisi, perundingan soal biaya, pembagian kekuasaan dsb, adalah proses kesepakatan yg panjang.

Sebelum berita kontra tsb beredar, rupanya Pendiri dan Sesepuh PAN Amien Rais sudah meraba bahwa setelah Kesepakatan Penting ini, akan ada upaya besar dari media untuk memecah belah koalisi. Mereka akan bekerja keras agar koalisi berantakan. Karena itu Amien Rais memberi pesan tegas: “Jangan percaya sama berita yg beredar, karena sekarang ada upaya mengadu domba antar koalisi ini, terutama AR dan PS.”

Siapakah Detik? Detik adalah milik CT. Dan seperti umum diketahui dan sudah dituliskan oleh para pengamat, pengusaha tsb tersandera oleh kasus Garuda. Dalam dunia politik CT dikenal dekat dengan Presiden terdahulu yg memiliki kepentingan agar PS tidak menjadi Capres.

Sementara itu, malam ini seusai melakukan pertemuan dengan Anies Baswedan di DPP PKS, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan bahwa rencana bergabungnya Partai Demokrat di koalisi akan berat, jika yang diinginkan adalah posisi Cawapres Prabowo. Sohibul mengatakan, tiga partai pendukung Prabowo (Gerindra, PKS, PAN) kemudian menawari Demokrat posisi menteri di kabinet sebagai alternatif.

Tentu saja Sohibul tidak akan mengungkap tawaran menteri kepada Partai Demokrat, jika PKS tidak mengusung Prabowo sebagai Capres dan menwgaskan bahwa posisi Cawapres adalah tergantung kepada 3 partai koalisi.

Semoga Pertemuan PKS, PAN, GERINDRA yg mengusung Prabowo ini menjadi TERANG bagi semua pendukung oposisi.
Siapapun yg menjadi Cawapresnya nanti adalah hasil dari rembugan ketiga partai, yg tentu telah melalui berbagai pertimbangan baik, buruk, dan kepastian untuk menang.
Jangan lagi mudah dipecah belah dengan berita2 simpang siur yabg pasti akan sengaja diciptakan oleh pihak lawan.

https://m.detik.com/…/pan-tepis-klaim-gerindra-soal-sepakat…

https://news.detik.com/…/pks-bertemu-prabowo-lalu-jamu-anie…

Presiden PKS Sohibul Iman sore hari tadi menjamu Anies di DPP PKS, setelah paginya bersama2 Prabowo, Zulkifli Hasan, dan Amien Rais, menghadiri halal bihalal di DDII, dan siang harinya para pemimpin partai itu melakukan pertemuan penting di Rumah Kertanegara.

https://kumparan.com/…/pks-keberatan-demokrat-minta-cawapre…

Presiden PKS menywbut Capres koalisi oposisi adalah Prabowo Subianto dan koalisi tidak dapat memberikan kufsi Cawapres kepada Partai Demokrat, jika ingin bergabung.

Gerindra PKS PAN

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: